Selasa, 21 Maret 2023

Yesus sebagai Tuhan/Yahweh sejajar dengan Elohim/Theos

Yesus sebagai Tuhan Yahweh dalam Perjanjian Lama seharusnya sejajar dengan Elohim atau teos
Jika mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan maka perlu melihat asal-usul istilah Tuhan. Kata Tuhan merupakan terjemahan dari bahasa Yunani yaitu "kurios" berasal dari kata "Yahwe" dalam Perjanjian Lama. Yesus sebagai "logos" disebut "Tuhan" sehingga dipanggil dengan sebutan "Tuhan Yesus " yang di dalam Perjanjian Lama juga disebut "Yahwe Tuhan Yesus" dan "Yahweh" sama-sama disebut sebagai " yang awal dan yang akhir "
Wahyu 1 : 17-18, 22 : 11 -13,  Yesaya 48 : 12 , 44 : 6 , karena itu Tuhan Yesus juga disebut sebagai :
Pencipta alam semesta Yohanes 1 : 3,  Kolose 1 : 15 - 17 ,  padahal dalam Perjanjian Lama hanya Yahweh seorang diri yang menciptakan alam semesta "Akulah Tuhan yang menjadikan segala sesuatu yang seseorang diri membentangkan langit " Yesaya 44 : 24 Yesus sebagai Tuhan tentu saja disebut Yahweh dalam Perjanjian Lama Yeremia 23 : 5 + 6 dan 33 : 15 - 16 rujukan tentang Yesus dalam Perjanjian Lama dituliskan dengan nama "Yahweh" dan kemudian diterjemahkan menjadi "kurios" dalam perjanjian baru Yesaya 6 : 1 , Yohanes 12 : 41,  Zakaria 14 : 5,  Matius 24 : 30 , Mazmur 24 : 10 , 1 Korintus 2 : 8

Alkitab menyajikan bahwa sebutan "kurios" bagi Yesus memiliki makna "keilahian" walaupun dalam beberapa konteks tertentu sebutan "kurios"  memang hanya sekedar sapaan hormat biasanya dalam Matius 8 : 21,  15:27,  17 : 15 dan 18 : 21,  para penulis Yahudi yang lain misalnya Philo,  Josepus dan penulis kebijaksanaan Salomo juga mengadopsi penerjemahan ini, jadi orang-orang Yahudi pada masa perjanjian baru yang terbiasa dengan lxx dan tulisan Yahudi lain akan langsung menangkap bahwa penulisan perjanjian baru ketika mereka menyebut Yesus sebagai Tuhan dalam Roma 10: 9,  1 Korintus 12 :3,  Filipi 2 : 11.
Perhatikan topik-topik Keilah Yesus Kristus sebagai Tuhan yang disampaikan oleh ayat-ayat Alkitab di bawah ini:

Pertama, Matius 3 : 3, Yesaya 40 : 3,  Yohanes pembaptis menjelaskan bahwa dia menyiapkan Jalan Bagi Tuhan dalam Yesaya 40 : 3 Tuhan di sini adalah " Yahwe".
Dalam konteks Matius 3 : 3 yang dimaksud Yohanes pembabtis dengan "Tuhan" jelas adalah "Yesus"
Matius 3 : 11 - 17 

Kedua, Matius 21 : 16 dan Mazmur 8 : 1 ketika orang-orang Farisi mempermasalahkan anak-anak yang memuji Yesus matius  31 : 15 Yesus mengutip Mazmur 8 : 2 untuk membenarkan tindakan anak-anak itu padahal Mazmur 8 ditunjukkan kepada "Yahwe".

Ketiga, Yohanes 12 : 41 dan Yesaya 6 : 1 - 11, dalam Yohanes 12 : 41 merupakan komentar Yohanes terhadap ketidakpercayaan bangsa Yahudi , ayat 37  Yohanes setelah mengutip Yesaya 6 : 10 dan Yohanes 12 : 40 , Yohanes menjelaskan bahwa  yang dilihat Yesaya dalam Yesaya 6 : 1 - 11 adalah "kemuliaanNya",  Yohanes 12 : 41 Siapa yang dimaksudnya di ayat ini?  dari ayat 42 terutama frase "percaya kepadanya" kita mengetahui bahwa yang dimaksudnya di sini adalah Yesus. 

Keempat. Zakaria 12 : 10 "mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal dan akan menangis dia dengan pedih seperti orang menangis anak sulung" menurut teks Ibrani yang ada kata "dia" di ayat ini,  Seharusnya diterjemahkan aku jika ini benar maka aku disini merujuk kepada "Yahwe"  di ayat 1 Firman Tuhan tentang Israel .

Kelima 1 Korintus 2 : 8 dan Mazmur 24: 8 disebut sebagai Tuhan yang mulia padahal Raja kemuliaan menurut 24 itu adalah Tuhan Yahwe.

Keenam,  Yohanes 1 : 14 dan keluaran 32 : 34, Apa yang dilakukan firman dan di Yohanes 1 : 14, identik dengan apa yang dilakukan "Yahwe" di Perjanjian Lama kata "diam" di Yohanes 1 :15 seharusnya diterjemahkan "bertabelnakel" Wahyu 7 : 15 , Wahyu 21 : 3 ketika Musa ingin melihat kemuliaan Tuhan  keluaran 33 : 18 dan 22 Allah memenuhi permintaan itu dan menyerukan bahwa dia adalah penuh kasih karunia dan kebenaran Keluaran 33 : 5 dan 6 kasih dan setia tidak dapat dibenarkan karena kata Yunani yang dipakai di keluaran 34 : 6 sama dengan di Yohanes 1-14 yaitu "kebenaran" sebagaimana Musa melihat pemulihan Tuhan yang penuh dengan kawin dan kebenaran maka Firman itu juga bertambah besar dengan segala kemuliaannya yang penuh dengan kasih karunia dan kebenaran.

Ketujuh, Wahyu 1 ; 17 - 18 dan 22 - ayat 12-13 dan Yesaya  8 : 12 dan 44 : 6 dalam Wahyu 1 : 17-19 dan 22 : 12-13 Yesus disebut sebagai Alpha dan omega sedangkan di Yesaya 48 : 12 dan 44 : 6 sebutan ini /15 meskipun kata-kata yang dipakai tidak identik dipakai untuk "Yahweh" hanya akan menjadi lebih jelas apabila kita menaksirkan sebutan "Alfa dan omega" di Wahyu 1 : 8 dan 21   6 dan 7 sebagai rujukan kepada Allah Bapa sekalipun Wahyu 1 : 8 dipahami sebagai rujukan untuk Yesus hal ini sama sekali tidak membawa pengaruh apapun karena apa pemikiran tersebut sebagai yang maha kuasa 

Kedelapan, Matius 11 : 10 dan Malaikat 3 : 1 dalam ayat 3 : 1 ada 3 pihak yang terlibat utusan Tuhan Allah, Tuhan Allah dan Tuhan adonari yang kamu cari atau malaikat perjanjian dalam konteks Matius 11 : 10 terlihat dengan jelas bahwa Tuhan yang kamu cari adalah diri sendiri sedangkan utusan itu adalah Yohanes pembaptis 

Kesembilan,  Roma 10 : 9 ayat 13 dan Yoel 2 : 32 kalau bukan kepada Yesus sebagai Tuhan dalam Roma 9 jelas bukan sekedar pengakuan biasa karena menurut Paulus pengakuan ini sama dengan pengakuan kepada Tuhan atau Yahweh dalam Yoel 2 : 32 bandingkan terutama Roma 10 : 11 - 13

Kesepuluh. 1 Korintus 1 : 31 dan Yeremia 9 : 24 Paulus mengatakan bahwa barang siapa yang mau bermegah baik lagi bermegah dalam Tuhan padahal diiringnya 9 : 24 kebanggaan ini dalam Tuhan semesta alam Siapa yang dimaksud Tuhan di sini ?Apakah Tuhan menunjukkan pada Allah Bapa atau isi konteks mendukung pilihan yang terakhir ? sebutan Tuhan dipakai oleh untuk Yesus Kristus dan dibedakan dari sebutan Allah untuk Bapa Yahweh diiringi 9 : 24 menunjukkan Kasih setia kebenaran dan keadilan sedangkan Kristus membenarkan pengudusan menebus 1 Korintus 1 : 30 bermegah di hadapan Allah 1 Korintus 1 : 29 harus dibedakan dari bermegah di dalam Tuhan 1 Korintus 1 : 31 berikutnya adalah 1 Korintus 2 : 16 dan Yesaya 40 : 13-14 dalam konteks Yesaya 43 : 14 Roh Tuhan ayat 13 dan Tuhan ayat 14 tampaknya identik sedangkan di 1 Korintus 2 : 16 kata Roh Tuhan diganti dengan Tuhan saja,  sebutan Tuhan di atas ini jelas menunjukkan kepada Kristus bandingkan ayat 16b jika Yesus sebagai Tuhan tidak dianggap sebagai sejajar dengan Allah atau "Theos" konsekuensinya di kemudian hari adalah sulit memahami arti kata "Elohim" dan "Yahweh" yang ditulis sejajar baik oleh penulis perjanjian lama maupun oleh penulis Perjanjian baru.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

impola summa

Dalam "Summa Theologiae", Santo Thomas Aquinas membahas tentang Trinitas, yaitu doktrin Kristen mengenai satu Allah yang dalam tig...