PENDAHULUAN
Ada beberapa orang yang berpikir bahwa Perayaan Natal dan Hari Kelahiran Yesus Kristus adalah sesuatu yang berbeda. Natal bukanlah Kelahiran Yesus Kristus. Natal biasanya dianggap tidak ada hubungannya dengan tanggal kelahiran Kristus yang sebenarnya. Diskusi mengenai asal-usul Natal biasanya tidak mengacu pada kelahiran Kristus, kecuali untuk menegaskan bahwa tidak mungkin dia lahir tanggal 25 Desember. Pernyataan itu tidak sepenuhnya benar. Perlu diluruskan. Diskusi tentang asal-usul Natal dan tanggal kelahiran Kristus memang terpisah tetapi pertanyaannya terkait. Jika Natal dan Kelahiran Kristus dibedakan, maka tentu saja hal ini sangat disayangkan karena telah memusingkan diskusi dan membawanya ke arah yang cenderung meragukan legitimasi Natal itu sendiri. Bukti kronologis dari Alkitab mendukung tanggal 25 Desember sebagai tanggal kelahiran yang sebenarnya, sehingga asumsi bahwa Natal tidak berhubungan dengan tanggal kelahiran Kristus tidak lagi dipertahankan secara akademis.
Pertanyaan tentang tanggal kelahiran Yesus Kristus selalu menarik untuk diperbincangkan. Beberapa pertanyaan yang menyeruak atau yang mewakilinya adalah;
Apakah Yesus Kristus lahir pada bulan Desember, padahal bulan Desember itu Salju. Bagaimana mungkin domba-domba digembalakan diluar ruangan yang begitu dingin.
Apakah perayaan Natal mengikuti tanggal penyembahan kepada Dewa Matahari?
Apakah penetapan tanggal perayaan kelahiran Yesus Kristus ditetapkan tahun 400 M seperti yang diduga oleh khalayak ramai?
Tidak ada informasi yang pasti dalam Alkitab tentang penanggalan kelahiran Kristus.
Lalu bagaimana membuktikannya.Secara garis besar, diskusi tentang Natal dan Kelahiran Kristus terdiri dari beberapa teori. Teori yang paling banyak mendapat banyak tempat diskusi adalah Teori Religius dan Teori Perhitungan. Teori singkat dari Dr. Erastus Sabdono juga diulas secara singkat.
1. Teori Sejarah Agama
Teori ini menawarkan gagasan bahwa perayaan Natal bermula dari tradisi Pemujaan Dewa Matahari Romawi. Sejarah Teori Religius dimulai pada abad ketujuh belas dan merupakan keturunan ideologis dari para pemprotes Puritan dan Presbiterian. Dalam teori ini, karya Usener dan Botte terbukti paling berpengaruh.1 Dalam “The History of Religions Theory” disebutkan bahwa pada tahun 274, setelah kemenangannya di timur, kaisar Aurelian membangun sebuah kuil dan melembagakan quadrennial atas nama Sol Invictus, dewa matahari kafir. Sebuah naskah codex dijelaskan bahwa seorang Kristen bernama Valentinus berisi dalam bagian enam kalender untuk tahun 354 AD (Kronografi 354). Kalender ini memuat prasasti untuk merayakan sesuatu pada tanggal 25 Desember: “N INVICTI CM XXX.” N = Natalis (“ulang tahun / kelahiran”). INVICTI = “Dari Yang Tak Terkalahkan.”2 Secara umum disepakati bahwa kodeks ini menunjukkan bahwa di Roma pada tahun 336 kelahiran Kristus menandai awal tahun gerejawi. Teori ini berusaha membuktikan bahwa Perayaan Natal baru dimulai pada abad ke-4M. Ini adalah bukti tak terbantahkan paling awal yang dimiliki untuk merayakan kelahiran Kristus pada 25 Desember. Karena itu diskusi mengenai asal-usul Natal biasanya dimulai di sini. Para pendukung Teori Sejarah Agama menyimpulkan bahwa baik Natalis solis invicti (pemujaan Dewa Matahari) dan Kelahiran Kristus muncul dalam kodeks yang sama, berbagi tanggal yang sama, dan keduanya disimpan di Roma, sehingga patut diduga bahwa kedua peristiwa ini saling terkait. Teori ini didukung oleh fakta bahwa pada waktu itu pemerintahan Constantine mempertimbangkan programnya untuk menjadikan agama Kristen sebagai agama kekaisaran. Akhirnya, para pendukung teori ini juga berpendapat bahwa penggunaan simbolisme matahari vis-à-vis dan Kelahiran ada pada masa titik balik matahari pada musim dingin. Hal ini membuktikan jenis "sinkretisme surya," yang dapat dijadikan dalil untuk mengkonfirmasi bahwa Natal diadopsi dari Sol Invictus.
Harus diakui bahwa gagasan Natal yang berasal dari tradisi pagan tidak sepenuhnya tanpa dasar. Ada banyak tradisi dan tanggal yang telah tumbuh dan diadopsi oleh gereja, khususnya Gereja Katolik Roma yang tidak memiliki dasar dalam fakta sejarah untuk menghitung tanggal kelahiran Kristus. Tighe menulis, “Festival kafir " yaitu peringatan Kelahiran Matahari yang Tak Terkalahkan" yang dilembagakan oleh Kaisar Romawi Aurelian pada 25 Desember 274, hampir pasti merupakan upaya untuk menciptakan alternatif pagan terhadap tanggal yang sudah menjadi penting bagi orang Kristen Romawi.3 Sama dengan Northaft. Menurutnya, Dalam kasus apa pun, karena Kronograf 354 tetap menjadi sumber kutipan awal kita untuk "invictus" dan kelahiran Kristus dirayakan pada tanggal yang sama, maka perayaan Natal berasal dari titik
2. Teori Dr. Erastus Sabdono
Dalam Video yang diunggah oleh akun “Berita Injil” melalui Facebook7, paling tidak Pdt. Dr. Erastus Sabdono mengatakan tiga hal tentang Kelahiran Yesus Kristus. Pertama; Tuhan tidak pernah memerintahkan kaum Kristen untuk merayakan Natal karena perayaan itu bukan tradisi Kristen. Kedua; Peringatan hari kelahiran Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember adalah tanggal dimana orang-orang Romawi memuja Dewa Matahari. Dengan demikian Kristus sebenarnya tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Ketiga; Kemungkinan Yesus Kristus lahir pada bulan Maret atau April. Alasannya; jika Kristus lahir pada bulan Desember, tentulah domba-domba kesulitan untuk mencari makanan.
3. Teori Penghitungan
Teori ini telah dilakukan sejak awal oleh Bapa Gereja dengan cara menghitung tanggal pembaptisan Kristus, tanggal kematianNya, tanggal dimulainya pelayananNya, tanggal kelahiran Yohanes Pembaptis, dan sudut pandang penghitungan lainnya. Penetapan mula-mula dengan kalender Ibrani (Lunar System) dan kalender Mesir (Star System), yang kemudian diikuti Gereja Ortodoks Yunani dan Gereja Ortodoks Syria dengan disesuaikan dengan kalender matahari (Solar System) versi YULIAN, 6 Januari. Jika mengikuti kalender Gregorian, maka tanggalnya jatuh pada tanggal 25 Desember.
1. Teori Tradisi Rabbinik (zaman Integral)
Teori Perhitungan jenis ini pertama kali dipopulerkan oleh Louis Duchesne pada akhir tahun 1800-an. Duchesne mengusulkan bahwa kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember dapat dihitung dari konsepsi yang tertulis dalam Perjanjian baru dan Perjanjian Lama. Tradisi rabbinik mempercayai cerita lama dari nenek moyang yang disebut sebagai "zaman integral,". Sebuah istilah yang mengatakan bahwa para leluhur dan nabi besar atau tokoh Israel biasanya meninggal pada hari yang sama dengan tanggal kelahiran mereka. Biasanya terjadi pada hari Paskah. Memperhatikan bahwa penulis Kristen awal percaya bahwa Yesus mati pada tanggal 25 Maret (bulan paskah), maka Duchesne beralasan bahwa melalui gagasan “zaman integral” maka berita kehadiran Kristus dalam bentuk janin disampaikan oleh Malaikat kepada Maria pada tanggal yang sama dengan tanggal kematianNya, yaitu tanggal pada 25 Maret. Jika Maria mengandung pada bulan Maret, maka tinggal menghitung lama mengandung (9 bulan), maka kelahiran Kristus akan jatuh pada tanggal 25 Desember. 8 Teori ini awalnya ditentang oleh banyak pihak, tetapi kemudian diteguhkan oleh peneliti yang lain. Salah satunya adalah Talley, sejarawan liturgis terkemuka yang mengembangkan argumen itu secara panjang lebar. Talley berpendapat bahwa mengikuti apa yang disebut kronologi Yohanes, yang tampaknya menempatkan kematian Yesus pada hari Paskah, orang Yahudi awal percaya akan kemungkinan bahwa Paskah terjadi pada malam hari di bulan Nisan, tanggal 14, bukan pada hari minggu berikutnya seperti sekarang. Masalahnya, orang-orang Yahudi yang percaya ini rupanya telah terserak selama perang Yahudi dengan Roma (66-70 M). Mereka pindah dan lari ke luar negeri, khususnya ke Asia, termasuk gereja-gereja yang disebutkan dalam Wahyu. Sejak penghancuran Yerusalem, tidak ada otoritas pusat untuk mengumumkan waktu Paskah. Talley berpendapat bahwa orang Kristen Quartodeciman di Asia akhirnya memilih tanggal 6 April dalam versi mereka dari kalender Julian. Tanggal 6 April setara dengan Nisan 14. Sembilan bulan dari tanggal ini membawa kita ke tanggal 6 Januari, tanggal Epifani ketika Nativity awalnya dirayakan di Timur. Di Barat, di mana tanggal 25 Maret diidentifikasi dengan hari dikandungnya Kristus. Jadi gagasan “zaman integral” ini menghasilkan tanggal 25 Maret sebagai hari dimana Kristus mulai dikandung oleh Maria. 9 bulan dari tanggal 25 Maret adalah 25 Desember.9
2. Penghitungan Kelahiran Yohanes Pembaptis (Lukas 1-5-26)
Penghitungan kelahiran Yesus Kristus dapat dilakukan dengan melacak tanggal turunnya nubuatan kelahiran Yohanes Pembaptis yang dicatat oleh Lukas. Dalam Lukas 1:5-26, dicatat bahwa nubuat kelahiran Yohanes disampaikan kepada Elizabeth di saat Zakaria dari rombongan Abia (rombongan ke-8 menurut siklus tugas imam dalam 1 Tawarikh 24:7-18) melayani di Bait Allah. Perhatikan teks berikut.
|
Lukas 1:5
|
I Tawarikh 24:10
|
| Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. |
yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia |
Bagaimana dan dari mana penjelasan tanggal peristiwa dalam catatan Lukas ini? Dari Dokumen Yahudi, Talmud: Megilot Ta’anit (Gulungan Puasa), mencatat bahwa Bait Allah pertama yang dihancurkan oleh Nebukarnezar (586 SM) terjadi pada tanggal yang sama dengan pengancuran Bait Allah kedua oleh Jendral Titus dari Roma (70 M), yaitu tanggal 9 bulan Av (bertepatan dengan 5 Agustus 70 M), dan imam yang melayani di Bait Allah pada saat itu adalah rombongan pertama, yaitu Yoyarib. Keterangan Talmud (Megilot Ta’anit) bahwa Yorarib yang bertugas di Bait Allah saat kehancurannya tanggal 9 bulan Av, dibenarkan oleh sejarahwan Flavius Josephus. 10 Dengan mengetahui bahwa pada minggu ke-2 bulan Av (9 bulan Ab) atau minggu 1 Agustus (5 Agustus) tahun 70 M, pada waktu itu yang melayani di Bait Allah rombongan pertama (Yoyarib)11, maka tinggal menghitung mundur ke peristiwa Rombongan Abia melayani di Bait Allah seperti yang ditulis oleh Lukas. Setelah menghitung mundur, ditemukan bahwa Malaikat Gabriel menemui Zakaria (rombongan Abia) antara tanggal 27 bulan Elul s/d 4 Tisyri (bertepatan dengan 5-11 September tahun 4 SM). Proses penghitungan pergantian pelayanan para Imam dapat dilihat dalam berbagai dokumen.12 13 Berdasarkan catatan Yosephus, (War, 6.4.1,5) dan Meggilot Ta’anit 29b, bahwa pada tanggal 9 Av 823 AUC (Ab Urbi Condita, “setelah berdirinya kota Roma”) atau bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 70 M, Alfred Edersheim, seorang Yahudi Mesianik, dalam bukunya “The Life and Times of Jesus The Messiah”, menghitung sekitar 75 tahun ke belakang, ditemukan giliran rombongan Abia jatuh pada minggu kedua bulan Tishri tahun 3756 tahun Ibrani (atau 748 AUC).“Tapi untuk milik Tuhan itu, secara pasti lama telah ditakdirkan untuk dibumihanguskan, dan sekarang ini hari yang fatal datang, sesuai dengan perubahan zaman, terjadi pada hari ke sepuluh bulan Lous (Ab), dimana itu sebelumnya pada hari yang sama Bait Allah itu dibakar oleh raja Babel” (But for that house, God had, for certain, long ago doomed it to the fire, and now the fatal day was come, according to the revolution of ages, it was the tenth day of the month Lous (Ab) upon which it was formerly burned by the king of Babylon).14 Menghitung maju dari 23 SM sampai ke 3 SM ketika Yohanes dikandung, menunjukkan bahwa giliran Abia melayani terjadi di tahun kedua puluh ketika Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia (23 SM sampai 3 SM = 21). Dengan asumsi bahwa giliran Zakharia berada dalam pelayanan kedua, ini berarti dia sedang bertugas di minggu Elul 27- Tishri 4 (5-11 September). Ada 24 Rombongan Imam yang melayani 2 kali setahun plus tambahan minggu untuk mengisi tahun. Setiap 4 rombongan akan maju setiap tahun untuk giliran berikutnya untuk memenuhi dua puluh empat tahun, dan kemudian siklus akan dimulai lagi. Titik Yoyarib dan minggu Tisri dan minggu ab tanggal 8-14 ketika bait suci hancur menetapkan parameter siklus dua puluh empat tahun. Perhatikan tabel berikut.
Sistem Kalender yang berlaku pada saat itu adalah:
|
NO
|
KALENDER
IBRANI LUNAR |
KALENDER GREGORIAN
(SOLAR) |
KELENDER
KOPTIK (SIRIUZ) |
| 1 | ןָיסִנ Nisan |
Mar/April | Parmuthi |
| 2 | רָי ִִ Iyyar |
April/Mei | Pashon |
| 3 | ןָיוִס Sīwān |
Mei/Juni | Pauni |
| 4 | וזּמּ ַּת Tammūz | Juni/Juli | Epeiph |
| 5 | בָ Av |
Juli/Agustus | Mesore |
| 6 | לּלֱא Ĕlūl |
Agustus/Sept | Thoth |
| 7 | י ִשרׁ ִת Tišrī |
Sept/Oktober Phaophi | Phaophi |
| 8 | ַּרְ חֶׁשְ וָןMarḥešwān | Okt/Nopember | Hathyr |
| 9 | וֵלְסִכ Kislēw |
Nop/Desember | Kyiakh |
| 10 | טָב ִ ְִ Šəḇāṭ |
Des/Januari | Tybi |
| 11 | א׳ רָדֲא Adar I | Jan/Februari | Mechir |
| 12 | ׳ רָדֲא Adar II |
Febr/Maret | Pharmenoth |
Catatan: Adar II atau Adar Sheni adalah bulan ketiga belas Ibrani yang hanya terjadi 7 kali dalam 19 tahun untuk menyesuaikan selisih antara peredaran bulan (354 hari) dengan peredaran matahari (365 hari), agar jatuhnya perayaan liturgi yang berdasarkan peredaran bulan bisa disesuaikan dengan kalender pertanian yang didasarkan matahari. Beberapa fakta yang perlu diketahui sebelum melakukan penghitungan tanggal pelayanan Yoyarib dari tahun 70M ke masa Imam Zakharia (rombongan Abia) melayani.
| JUMLAH IMAM | MASA PELAYANAN | MINGGU se TAHUN | MASA PELAYANAN 1 TAHUN | MULAI MELAYANI | TAHUN KABISAT |
24 Rombongan |
1 minggu | 52 Minggu | 2 kali (Rombongan awal bisa 3 kali) |
Bulan ketujuh |
2,5 minggu |
Berikut penghitungan waktu antara pelayanan Rombongan Yoyarib kepada pelayanan rombongan Abia (Luk.1:5).
| NO | IMAM | TAHUN 50M | TAHUN 69 | TAHUN 70M |
| 1 | YOYARIB | 27 Elul – 4 Tisri | 15-21 | 15-21 (8-14) |
| 2 | YEDAYA | 5-11 | 22-28 | 22-28 |
| 3 | HARIM | 12-18 | 29-5 | 29-5 |
| 4 | SEORIM | 19-25 | 6-12 | 6-12 |
| 5 | MALKIA | 26-2 | 13-19 | 13-19 |
| 6 | MIYAMIN | 3-19 | 20-27 | 20-27 |
| 7 | HAKOS | 10-16 | 28-4 | 28-4 |
| 8 | ABIA | 17-23 | 5-11 | 5-11 |
| 9 | YESUA | 24-2 | 12-18 | 12-18 |
| 10 | SEKHANYA | 3-9 | 19-25 | 19-25 |
| 11 | ELYASIB | 10-16 | 26-3 | 26-3 |
| 12 | YAKIM | 16-22 | 4-10 | 4-10 |
| 13 | HUPA | 23-29 | 11-17 | 11-17 |
| 14 | YASEBEAB | 30-6 | 18-24 | 18-24 |
| 15 | BILGA | 7-13 | 25-1 | 25-1 |
| 16 | IMER | 14-21 | 2-8 | 2-8 |
| 17 | HEZIR | 22-28 | 9-15 | 9-15 |
| 18 | HAPIZES | 29-5 | 16-22 | 16-22 |
| 19 |
PETAHYA |
6-12 | 23-29 | 23-29 |
| 20 | YEHEZKEL | 13-19 | 30-6 | 30-6 |
| 21 | YAKHIN | 20-26 | 7-13 | 7-13 |
| 22 | GAMUL | 27-2 | 14-21 | 14-21 |
| 23 | DELAYA | 3-10 | 22-28 | 22-28 |
| 24 | MAAZYA | 11-17 | 29-5 | 29-5 (elul) |
Perjalanan Yoyarib melayani di minggu ke-1 dan ke-25. Untuk itu telah melayani pada minggu Ab (tanggal 9). Mensyaratkan bahwa pada pelayanan kedua, itu adalah tahun ke-21 dari 24 tahun. Dari tahun 70, dikurangi 20, sampai kepada tahun 50M. Menghitung mundur lagi, dapat diidentifikasi bahwa Zakharia melayani pada minggu Elul 27-Tisri (5-11 September). Tinggal menghitung 6 bulan kemudian dan menghitung lamanya Maria mengandung. Jadi, peristiwa Elisabeth menerima Firman Tuhan tentang kelahiran Yohanes dalam Lukas 1:5 terjadi sekitar tanggal 5-11 September.
Setelah mengetahui tanggal nubuatan kelahiran Yohanes dalam Lukas 1:5, dalam ayat 24 ada jeda selama 5 bulan setelah Elisabeth mengandung.
Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang." Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret (Luk.1:24-26).
Bulan keenam tidak berarti bulan Elul (Agustus), tetapi keterangan waktu setelah 5 bulan lamanya Elisabeth mengandung (ayat 24). Setelah 6 bulan lamanya itu jatuh pada tanggal 15 Nisan 3756 Tahun Ibrani (749 AUC). Itu berarti, 6 bulan setelah Elisabet mengandung (bulan Tishri/September) jatuh pada bulan Nissan (Maret). Jadi bunda Maria mulai mengandung Yesus pada bulan Nissan (Maret). Tinggal menghitung lamanya mengandung secara normal,9 bulan lamanya. Jika 9 bulan dihitung dari bulan Nissan (Maret), maka Yesus dilahirkan pada bulan Tevet 3756 tahun Ibrani, atau bulan Desember 749 AUC. Tepatnya tanggal 25 Desember.
3. Penghitungan Orang Majus-Kematian Herodes
Menurut Injil, orang Majus datang setelah Kristus lahir. Hukum Yahudi memberlakukan sebuah aturan dimana ada empat puluh hari setelah melahirkan, seorang wanita harus melakukan ritual penyucian (Im 12: 2-6). Selain itu, seorang putra sulung harus ditebus dengan tanda pembebasan Allah ketika Ia membunuh anak sulung di Mesir (Kel 13: 3, 13; Bil 3: 46–47). Faktor-faktor ini dapat menjadi jalan untuk menghitung kronologi kelahiran Kristus.15 Maria jelas mengikuti protokoler ini. Lukas mencatat aktivitas Maria dalam melaksanakan aturan hukum taurat ini. “Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea” (Luk.2:39). Maria dan Yusuf adalah orang Yahudi asli sehingga mereka wajib melakukan ritual tersebut. Termasuk menyunatkan Yesus dan mencukur rambutNya sesuai aturan Hukum Taurat.
Setelah Yesus dilahirkan, orang majus datang ke Yerusalem dari timur dan bertanya, “Di manakah Dia yang dilahirkan sebagai raja orang Yahudi?” (Mat 2: 1–2). Firman ini sampai kepada Herodes, yang memanggil imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat untuk memastikan di mana Kristus akan dilahirkan. Herodes kemudian memanggil orang majus, dan menanyakan kapan bintang yang mereka lihat di timur. Herodes kemudian mengirim mereka ke Betlehem untuk menemui bayi Yesus.
Matius melaporkan bahwa ketika orang-orang majus itu pergi, bintang yang mereka lihat di sebelah timur berjalan di depan mereka sampai tiba ke tempat di mana anak itu berada (Mat 2: 9). Asumsi populer mengatakan bahwa para majus menemukan keluarga suci di Betlehem. Namun, Bethlehem hanya sekitar sepuluh mil dari Yerusalem. Karena orang-orang majus hampir tidak membutuhkan bintang untuk menemukan Betlehem dan Herodes yang telah mengarahkan mereka kesana.
Pandangan yang lebih baik adalah bahwa bintang itu ditengah-tengah langit untuk memimpin orang majus ke tempat Kristus telah dipindahkan; yaitu Nazareth, sekitar tujuh puluh mil ke utara, di mana Lukas memberi tahu kita bahwa keluarga ini kembali mengikuti ibadah pengorbanan sesuai kebiasaan di bait Allah. Ini mungkin disinggung oleh Matius, ketika dia mengatakan bahwa orang majus memasuki "rumah," bukan "sebuah penginapan" seperti yang kita harapkan jika mereka masih di Betlehem. Menurut Matius, keluarga ini berada di "rumah," yaitu, rumah keluarga (Mat 2:11). Karena tempatnya bukan di Betlehem.
Bahwa para majus menemukan keluarga suci di Nazaret dikonfirmasi dalam peristiwa pengungsian ke Mesir. Matius memberi tahu kita bahwa setelah mempersembahkan pengorbanan mereka, orang-orang majus itu diperingatkan dalam mimpi untuk tidak kembali ke Herodes, dan karena itu mereka meninggalkan rumah dengan cara lain (Mat 2: 11–12).
Setelah Herodes meninggal, Yusuf pulang ke Galilea, menghindari Yudea (Mat 2:22).Dari kisah Matius dan Lukas, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Sebelum pengungsian ke Mesir atau setelah keluarga kembali dari pengasingan. Karena Matius menjelaskan bahwa Yusuf melewati Yudea sekembalinya dari Mesir, penyucian Kristus kecil tidak mungkin terjadi pada waktu itu. Oleh karenanya, hal itu hanya bisa terjadi sebelum pengungsian ke Mesir, yang berarti bahwa orang-orang majus hampir pasti menemukan keluarga ini di Nazaret selama empat puluh hari setelah kelahiran anak itu dan bahwa pengungsian ke Mesir berasal dari sana, bukan Betlehem sebagaimana sering diasumsikan. Menurut Simmons, pengungsian ke Mesir berangkat dari Nazareth. Dia mengutip Methodius (AD 260–312):
Oleh karena itu, sang nabi membawa perawan itu dari Nazareth, agar ia dapat melahirkan di Betlehem, dan membawanya kembali ke Nazareth, untuk mewujudkan harapan dunia bagi kehidupan. Oleh karena itu, Dia dipindahkan dari penginapan di Betlehem, karena di sana harus membayar korban penyucian sesuai hukum selama 40 hari.16
Selama berbulan-bulan dalam hidupnya, Antipater, putra Herodes dari Doris, telah diadili karena berkhianat di hadapan Quintilius Varus, yang menggantikan Saturninus sebagai pimpinan Syria. Kemungkinan besar di bawah kekuasaan Saturninus perintah pendaftaran, yang membawa Yusuf dan Maria ke Bethlehem, telah terjadi.17 Antipater ditahan di penjaradi Yerikho, dan Herodes mengirim surat dan duta besar kepada Kaisar Augustus untuk menuduh Antipater (Ant. 17.83–145).
Pada masa-masa ini Herodes menempatkan patung elang besar bergambar Romawi di atas gerbang bait Allah, yang dianggap orang Yahudi sebagai penghinaan terhadap bangsa dan agama mereka. Mengambil kesempatan dari kematian Herodes yang akan datang, beberapa rabi terkemuka memerintahkan para pemuda itu untuk memotong dan menghancurkan elang itu. Ketika desas-desus datang bahwa Herodes sudah mati, para pemuda menyerang kuil dan burung elang pada siang hari. Namun, tentara mendatangi mereka secara tiba-tiba dan menangkapi mereka.
Herodes kemudian menyuruh supaya para pemuda dan rabi yang ditangkap segera dikirim ke Yerikho untuk dibakar hidup-hidup. Yosefus melaporkan bahwa malam eksekusi para rabi ada gerhana bulan (Ant. 17.146–167). Gerhana bulan ini penting untuk mengetahui kematian Herodes. Selama bertahun-tahun, gerhana itu biasanya terjadi pada tanggal 13 Maret 4 SM. Tetapi setelah beberapa tahun terakhir, untuk sampai kepada gerhana penuh, juga bisa terjadi dari bulan Januari.18
Tidak lama setelah peristiwa eksekusi di atas, Herodes dengan penyakitnya menjadi semakin buruk; ia kemudian mandi di luar Sungai Yordan untuk mandi di sebuah mata air di Callirrhoe. Namun, ketika usaha ini gagal memperbaiki kesehatannya, Herodes kembali ke Yerikho, kemudian sekarat setelah itu, dan tidak pernah kembali ke Yerusalem lagi (Ant. 17.168–179). Matius mengatakan kepada kita bahwa Herodes masih di Yerusalem ketika orang Majus datang (Matius 2: 1). Oleh karena itu, para majus harus datang sebelum Herodes meninggalkan Yerusalem untuk pergi ke mata air yang dimaksud. Mungkin beberapa waktu setelah eksekusi para rabbi, sekitar pertengahan Februari, 1 SM.
Pembantaian orang-orang tak berdosa dan eksekusi Antipater. Matius mengatakan bahwa ketika Herodes menyadari bahwa orang-orang majus itu tidak akan kembali, ia memerintahkan pembantaian semua anak laki-laki berusia dua tahun dan di bawah 2 tahun di Betlehem dan kota-kota tetangganya (Mat 2: 16–18). Penulis kafir bernama Macrobius menulis sebuah laporan ensiklopedis tentang kebudayaan Romawi yang berjudul “Saturnalia”, di mana ia mencatat legenda dan pengetahuan tentang hari raya yang menandai kalender Romawi. Dalam bukunya, Macrobius mencatat beberapa ucapan cerdas Augustus Caesar adalah, “Mendengar bahwa putra Herodes, raja orang Yahudi, telah dibunuh ketika
Herodes memerintahkan agar semua anak laki-laki di Syria di bawah usia dua tahun dibunuh, Augustus berkata, “Lebih baik menjadi babi Herodes daripada putranya.”19
Waktu kematian Antipater memungkinkan kita untuk menetapkan waktu pembantaian orang-orang tak berdosa dan perkiraan waktu para majus tiba. Kematian Antipater hanya lima hari, meninggal sebelum Paskah (8 April), 1 SM (Ant. 17.188–192). Oleh karena itu, pembantaian orang-orang tak berdosa berusia 2 tahun di Bethlehem, seperti kematian Antipater, akan menjadi salah satu tindakan terakhir Herodes, orang-orang majus yang tiba beberapa minggu sebelumnya.
Jadi orang majus datang setelah proses pentahiran Maria pasca kelahiran Yesus, tetapi sebelum Herodes meninggalkan Yerusalem dan melakukan perjalanan ke sumber mata air di Callirrhoe. Oleh karena itu, dengan asumsi tidak ada waktu yang panjang antara kembalinyadari Nazareth dan kedatangan orang majus, dan kedatangan orang majus dan kepergian Herodes dari Yerusalem, kita harus dapat memperhitungkan mundur dari Paskah setelah kematian Herodes pada keberangkatannya dari Yerusalem. Dari sana kita dapat menemukan waktu kelahiran Yesus Kristus. Berikut adalah peristiwa yang dicatat oleh Josephus setelah gerhana 10 Januari sampai kematian Herodes sebelum Paskah.20
| PERISTIWA | WAKTU YANG DIBUTUHKAN |
TOTAL WAKTU MINIMUM |
Dokter Herodes mencoba banyak obat |
1 hari minimum | 1 (kemungkinan 14-21) |
| Perjalanan dari Yerikho ke Callirrhoe (sekitar 50 mil |
3 hari minimum | 4 |
| Perawatan di Callirrhoe | 1 hari minimum (1 minggu lebih atau kurang) |
5 (bisa sampai hari ke 8) |
| Kembali ke Yerikho | 5 hari minimum | 8 |
| Para tua-tua Yahudi di seluruh wilayah Herodes dipanggil |
6 hari minimum | 14 |
| Herodes menerima izin untuk mengeksekusi Antipater |
1 hari minimum | 15 |
| Herodes meninggal 5 hari kemudian |
5 hari | 20 |
| Persiapan pemakaman dan pemakaman |
5 hari minimum | 25 |
| Tujuh hari berkabung | 7 hari | 32 |
| Pesta untuk menghormati Herodes |
1 hari | 33 |
| Pemerintahan Arkhelaus | 7 hari | 40 |
| Paskah | 1 hari | 41 |
Menurut Simmons,21 Steinmann keliru ketika menghitung waktu Herodes berangkat dari Yerikho ke Callirrhoe, padahal sebenarnya jelas bahwa Herodes berada di Yerusalem ketika para rabi dieksekusi. Yosefus dengan tegas menyatakan bahwa Herodes “mengutus para rabbi ke Yerikho,” menunjukkan bahwa Herodes masih berada di Yerusalem (Ant. 17.160). Asumsi Herodes di Yerikho didasarkan pada kesalahan membaca tulisan Josephus di mana dia mengatakan bahwa, ketika pengobatan di Callirrhoe gagal, Herodes kembali ke Yerikho. Tetapi ini hanya mengacu pada Herodes yang melewati Yerikho dalam perjalanan ke Callirrhoe, dan tidak menunjukkan bahwa Herodes aslinya berangkat dari sana. Kesalahan kedua yang dibuat Steinmann adalah bahwa ia menempatkan Paskah pada 1 SM pada tanggal 11 April, padahal pada kenyataannya Paskah tanggal 8 April. Menurut Finegan: “Jika kematian Herodes ada di 1 SM, Gerhana bulan yang relevan adalah gerhana total pada malam 9/10 Januari, dan bulan paskah penuh dari Nisan 14 pada 8 April, dua belas dan setengah minggu kemudian. ”Tanggal 11 April adalah tanggal Paskah di 4 SM, yang ditentang oleh Steinmann yang tampaknya telah membawanya kepada teori kelahiran Kristus pada tahun ke 1 SM.
Jika tidak menerima jumlah penghitungan hari menurut Steinmann sebagai perkiraan yang bagus, mari kita katakan bahwa empat puluh satu hari adalah periode minimum dari titik di mana penyakit Herodes memburuk sampai Paskah, tetapi enam puluh dua hari lebih mungkin. Dengan menggunakan penghitungan terakhir ini (62 hari lebih), kita menemukan bahwa enam puluh dua hari dari Paskah (8 April), membawa kita sampai ke tanggal 5 Februari. Ini akan menjadi titik di mana penyakit Herodes memburuk sebelum meninggalkan Yerusalem ke Callirrhoe. Jika kita menghitung mundur tiga hari (periode yang diperlukan bagi keluarga Maria dan Yusuf untuk melakukan perjalanan dari Yerusalem ke Nazareth), maka kita tiba pada tanggal 2 Februari, tanggal tradisional dimana proses penyucian Kristus kecil dilakukan di Bait suci. Jika kita menghitung mundur empat puluh hari lebih (periode ketidakmurnian ritual sebelum penyajian Kristus di bait suci) kita tiba tepat pada tanggal 25 Desember, tanggal kelahiran Kristus.
Jika penghitungan waktu Steinman pun keliru, dengan memungkinkan waktu yang singkat antara keluarga Yusuf dan Maria yang kembali, kedatangan orang majus, dan memburuknya penyakit terakhir Herodes, kelahiran Kristus masih akan jatuh pada atau mendekati tanggal 25 Desember.
Menurut peneliti yang lain, penghitungan kelahiran Kristus yang digambarkan Yosepus antara Gerhana sebelumnya dan paskah setelah kematian Kristus, juga dilakukan oleh Barns. Dia membela pandangan bahwa Herodes meninggal pada tahun 4 SM dan berpikir dua puluh
sembilan (29) hari antara gerhana 14 Maret 4 SM, dan Paskah, 11 April, maka tahun itu terlalu pendek, dan dengan demikian memilih untuk gerhana 15 September, 5 SM. Namun, ini menciptakan terlalu banyak ruang (tujuh bulan) dan, selain Bernegger, tidak ada yang mengikutinya.
Martin, yang berpendapat untuk kematian 1 SM Herodes, awalnya memberikan lima puluh empat (54) hari yang diperlukan untuk peristiwa-peristiwa itu, tetapi kemudian memperluasnya ke minimum sepuluh minggu, meskipun ia lebih suka mendekati dua belas. Periode-periode yang lebih panjang ini sebagian besar didasarkan pada interpretasi Martin tentang prosesi pemakaman Herodes, yang ia yakini berbaris delapan mil jauhnya (satu mil Romawi) sehari, selama dua puluh lima hari, dari Yerikho ke Herodium di mana Herodes dikuburkan.
Finegan setuju bahwa dua puluh sembilan hari terlalu singkat untuk peristiwa yang digambarkan, tetapi tidak menyatakan minimum yang dia rasa perlu. Namun, karena Steinman dan Martin masing-masing memberikan dua angka, gagasan ini perlu dicatat.
Jika penghitungan Steinman, Barns, dan Martin kalkulasi, maka rata-rata lima puluh satu hari menunjukkan perkiraan Steinmann selama enam puluh dua hari cukup baik. Yang terpendek (dua puluh sembilan hari dari Paskah) akan membawa kita ke 10 Maret. Ini menjelaskan penyakit terakhir Herodes. Paling lama (tujuh puluh hari) akan menjadikan 29 Januari titik di mana penyakit terakhir Herodes tampaknya semakin memburuk. Jika kita membiarkan satu minggu selama dokter-dokternya berusaha mengobatinya sebelum meninggalkan Yerusalem untuk Callirrhoe, ini akan membawa kita ke tanggal 4 Februari, dua hari setelah tanggal tradisional penyucian Kristus kecil di bait suci dan keluarga Yusuf dan Maria. Mengadopsi penghitungan Steinmann atau salah satu dari yang lain, kelahiran Kristus 25 Desember jelas masuk akal.
Tabel Kronologi Kelahiran Kristus dan Kematian Herodes22
Kelahiran Kristus - Penyucian di Bait Suci - Kembali ke Nazareth |
43 hari |
| Perjalanan Herodes ke Callirrhoe - Kematian - Paskah |
62 hari |
| Total | 105 hari |
| Paskah, 8 April + 105 hari | 25 Desember |
4. Penghitungan Kronologi Baptisan Yesus
Kronologi baptisan Yesus dan tanggal awal pelayananNya menegaskan bahwa hari kelahirannya terjadi pada akhir musim gugur hingga awal musim dingin, persis seperti yang diprediksi oleh kronologi di atas (kronologi penyakit Herodes).
Lukas mencatat bahwa Yesus berada di ambang hari ulang tahunnya yang ketiga puluh ketika dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan (Lukas 3:21, 23). Karena itu, mengidentifikasi waktu baptisan Yesus akan membantu mengidentifikasi waktu kelahiranNya. Pada gilirannya juga akan memungkinkan kita untuk menentukan kedekatannya dengan peristiwa penyakit terakhir Herodes. Meskipun kebanyakan penulis patristic tidak memberikan tanggal untuk baptisan Yesus, satu pengecualian adalah Epifanius, yang memberikannya sebagai 8 November (Pan., 51.16.1; 24.4).23Berdasarkan waktu pelayanan Kristus yang diterima secara umum; yaitu selama tiga setengah tahun (empat puluh dua bulan lunar), dimulai dengan baptisan Yesus dan berakhir denganpenyaliban-Nya, (Nisan 15), dan memungkinkan lompatan tiga belas bulan pada tahun 32, Yesus akan dibaptiskan Heshvan 15 (29 M), yang menghubungkan tahun itu dengan tanggal 8 November, tanggal yang diberikan oleh Epiphanius. Finegan setuju bahwa Kristus akan dibaptiskan di musim gugur: “Ada banyak alasan untuk percaya bahwa Yesus dibaptis dan memulai pelayanan publiknya pada musim gugur tahun 29M.24Pembaptisan Kristus disebutkan oleh Lukas dilakukan pada tahun kelima belas dari Tiberius (Lukas 3: 1, 21). Para kaisar Romawi biasanya memulai pemerintahan mereka berdasarkan tahun kalender mereka, yaitu tanggal 1 Januari hingga 31 Desember. Augustus meninggal pada tanggal 19 Agustus, 14 M. Tahun pemerintahan ke lima belas Tiberius akan menjadi 1 Januari-31 Desember.25 Sebuah survei dari para Bapa Gereja awal menunjukkan bahwa sebagian besar menyetujui bahwa kelahiran Yesus Kristus terjadi pada tahun 2 SM.26Seseorang yang lahir pada tahun 2 SM akan menginjak usia tiga puluh tahun pada 31 Desember 29M. Pernyataan Lukas benar bahwa Yesus berada di ambang ulang tahun ke tiga puluh ketika dibaptis pada tahun kelima belas Tiberius (Lukas 3: 1, 23) karena itu juga menunjukkan kelahiran 2 SM. Karena itu dapat diasumsikan bahwa Yesus dibaptis pada tanggal 8 November tahun 29 M. Akan ada hanya lima puluh tiga (53) hari tersisa sampai tahun di mana ulang tahun Yesus yang ketiga puluh akan terjadi. Berarti kelahiran pada akhir musim gugur / awal musim dingin sudah menjadi kemungkinan yang nyata. Lukas melaporkan usia Yesus pada saat pembaptisannya karena kebiasaan Yahudi mengharuskan pria untuk mencapai usia tiga puluh tahun sebelum melakukan pengajaran publik yang aktif. Pandangan yang baik adalah bahwa puasa dan godaan Yesus kemungkinan waktunya sebelum ulang tahunnya yang ke tiga puluh, sehingga ia dapat mulai berkhotbah segera setelah mencapai usia tiga puluh tahun. 8 November ditambah empat puluh hari membawa kita ke 18 Desember. Peristiwa-peristiwa yang terdiri dari godaan Kristus, mengubah batu menjadi roti, untuk melakukan perjalanan ke gunung yang tinggi di mana dia dicobai dengan kerajaan-kerajaan dunia yang indah, kemudian ke Yerusalem dengan puncak bubungan bait suci, mungkin telah dipenuhi seminggu, membawa kita sampai pada tanggal 25 Desember.
5. Penghitungan Peristiwa Paskah
Mengikuti kronologi Yohanes, yang tampaknya menempatkan kematian Yesus pada hari domba Paskah, orang Yahudi awal percaya berita kelahiran Kristus terjadi pada bulan Nissan. Tetapi orang Yahudi awal ini terserak pada tahun 66-70 M ketika Yerusalem dibombardir oleh Jenederal Titus. Selama perang Yahudi dengan Roma (66-70 M), orang-orang Yahudi awal ini pindah ke luar negeri, khususnya di Asia, termasuk gereja-gereja yang disebutkan dalam Wahyu.
Karena itu setelah penghancuran Yerusalem, tidak ada otoritas pusat untuk mengumumkan waktu Paskah. Tally berpendapat bahwa orang Kristen Quartodeciman di Asia akhirnya memilih tanggal 6 April dalam versi mereka dari kalender Julian, dimana tanggal ini sama dengan bulan Nissan. 9 bulan dari bulan Nissan adalah bulan Tevet (Desember), bulan kelahiran Yesus Kristus.27 28
Argumen utama Talley bahwa tanggal Quartodeciman tanggal 6 April untuk Paskah adalah sumber dari 6 Januari untuk Kelahiran Kristus di Timur, yang pada gilirannya menunjukkan hubungan antara 25 Maret dan 25 Desember di Barat, mengasumsikan bahwa 6 April diamati sebelum 6 Januari. Sumber paling awal yang dikutip Talley adalah Sozomen, seorang penulis abad kelima yang menggambarkan sekte Montanis pada zamannya dan penggunaannya pada tanggal 6 April sebagai peringatan Paskah.29
Fakta bahwa sekte Montanis adalah bidah, membuat sulit untuk menerima argumen ini. Penanggalan 6 Januari tidak berhubungan dengan Montanisme. Sumber ini datang Clement Alexandria (AD 150-215), yang melaporkan bahwa pengikut Basilides mempertahankan tanggal Mesir Tybi 11 (= 6 Januari) sebagai tanggal baptisan Kristus (Strom. 1:21). Dasarnya dari Lukas 3:23, bahwa Yesus menginjak usia tiga puluh pada hari pembaptisannya.30 Selain itu, untuk kelahiran dan baptisan Kristus, Epiphanius (AD 315–403) melaporkan bahwa kedatangan orang majus dan keajaiban air menjadi anggur di Kana juga ditetapkan pada tanggal 6 Januari. Argumen Talley dalam hal ini sangatlah ringkas.
6. Penghitungan Simbolik
Gagasan penghitungan melalui hari Paskah ini menarik tetapi sepertinya para penulis patristik tidak menggunakan pendekatan ini. pendekatan dua titik antara kelahiran dan kematian Kristus dapat digunakan dan berpeluang untuk diterima. Namun sepertinya bagi Patriaistik,lebih baik menggunakan tradisi penghitungan tanggal kelahiran Kristus berdasarkan simbol-simbol.
Secara umum, penghitungan kelahiran Kristus versi simbolik adalah gagasan solstis dan equinox, oleh penulis patristik. Gagasan intinya adalah bahwa Allah bekerja dalam peristiwa sejarah keselamatan, penciptaan, kematian Kristus dan kebangkitanNya, berjalan bersamasama dalam kemiripan-kemiripan. Ide ini memunculkan teori bahwa secara astronomi, penciptaan itu pada hari pertama dilakukan oleh Allah pada titik balik musik semi, dimana siang dan malam adalah sama. Waktu secara astonomi pada saat seperti ini secara simbolik berarti kemenangan.
Julius Africanus (160-240) salah satu Bapa Gereja, dalam karyanya “Chronographiae” percaya bahwa hari pertama penciptaan adalah hari Minggu, 22 Maret. Pada penciptaan hari keempat, ketika matahari dan benda-benda langit diciptakan, itu sama dengan tanggal 25 Maret, suatu waktu yang secara astronomi adalah titik balik musim semi di kalender Romawi. Tanggal ini juga sama dengan perayaan paskah (hari kelima belas, bulan purnama pada bulan lunar pertama). Menurut Africanus, Yesus mati pada tahun 5531 dari Adam (31 M menurut Kalender Gregorian), tetapi bangkit kembali pada tahun 5532 dengan dasar yang nyata bahwa tanggal 25 Maret menandai dimulainya tahun baru,31 selaras dengan gagasan Alden 32
Dari logika berpikir ini, dipercaya bahwa proses Inkarnasi Kristus terjadi pada tanggal 25 Maret. Tinggal menghitung, 9 bulan dari 25 Maret adalah 25 Desember. Epipanus (320-403 ) menegaskan cara penghitungan ini.
Yesus menderita pada tanggal tiga belas sebelum Kalendari April, sementara orang-orang
Yahudi melewatkan satu malam, yaitu pada tengah malam pada tanggal empat belas bulan itu. Karena orang-orang Yahudi datang lebih dulu dan makan Paskah, seperti yang dikatakan Injil dan saya sering berkomentar. Pada pagi hari sampai akhir dari malam hari adalah tanggal lima belas bulan itu. Itu adalah iluminasi hades, bumi dan surga, dan waktu yang sejajar antara malam dan siang sehingga diperhitungkan hari baik. 33
Epifanius mengikuti kronologi Africanus sebagaimana ditentukan oleh poin-poin astronomi tahun itu, pengaturan kebangkitan pada ekuinoks. Seperti Africanus, Hippolytus (170-264 AD) menetapkan penciptaan pada 25 Maret.34 Hippolytus setuju bahwa kematian Kristus terjadi pada tanggal 14 Nisan, malam ketika domba Paskah disembelih. Kelahiran Kristus menurut Hippolytus ditetapkan pada tanggal 25 Desember.35 36
Penghitungan model ini adalah penghitungan kronologi, bukan gagasan “zaman integral” seperti teori sebelumnya. Selain poin astronomi diatas, penanggalan tanggal kematian Kristus juga turut berkontribusi dalam menghitung tanggal kelahiranNya. Mengenai tahun dan tanggal kematian Kristus memang dapat berbeda karena perbedaan penggunaan kalender yang berbeda, seperti tabel perayaan paskah versi ini contohnya37
| Tahun 29M | Tahun 30M | Tahun 31M | Tahun 32M | Tahun 33M |
| 14 April | 3 April | 24 Maret | 12 April | 1 April |
para ayah mengerti dengan jelas bahwa Yesus mati pada tahun 33 M, fiksi yang dia wafat pada tanggal 25 Maret tidak akan pernah bisa tumbuh dewasa. Untuk tahun-tahun 29 M hingga 33, Passover terjadi sebagai berikut
ASAL MULA TRADISI PERAYAAN NATAL & PEMUJAAN DEWA MATAHARI
Fakta bahwa “Annuntiatio Christi” –‘Id al-Bishara (Kabar Gembira kepada Maria) itu terjadi pada tanggal 25 Maret, sudah dicatat oleh para bapa gereja paling awal, yaitu sejak Irenaeus (130-202 M), Hypolitus (170-235 M) dan Sextus Yulius Africanus (160-240 M). Tanggal kelahiran Yesus dapat dihitung dari sini, 9 bulan setelah 25 Maret yang akan jatuh pada tanggal 25 Desember. Demikian catatan sejarah dalam garis besar yang menjadi dasar bagi bapa-bapa gereja kuno untuk menghitung jatuhnya pera-yaan-perayaan gerejawi.
Jadi dapat disebutkan bahwa perhitungan Natal atau perayaan kelahiran Yesus Kristus tidak ditetapkan di Roma pada Abad IV M. Tradisi Natal sudah disebutkan implisit dalam literatur Bapa-bapa Gereja sejak Abad II M. Dalam sebuah teks kuno, tertulis sebagai berikut:
"Valentinus, may you flourish in God" (top), "Furius Dionysius Filocalus illustrated this work" (in triangles), "Valentinus, enjoy reading this" (main in placard), on the left "Valentinus, may you live long and flourish", on the right "Valentinus, may you live long and rejoice".
Part 12: commemoration dates of the martyrs, which begins: with "VIII kal. Ian. natus Christus in Betleem Iudeae" ("Eighth day before the kalends of January [December 25], Birth of Christ in Bethlehem Judea").38
Sextus Julius Africanus (160-220 M), dalam bukunya Chronographia, mengutip keyakinan orang Yahudi bahwa alam semesta dunia diciptakan pada tanggal 25 Maret, sehingga tanggal ini memiliki “makna kosmis”:
“… Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal, dilahirkan secara daging dari Perawan abadi Maria yang diberkati, dan secara fitrah benar-benar Bunda (Fir-man) Allah yang kudus, pada tanggal 25 Desember di Bethlehem sebuah kota Yudea, pada tahun keempat puluh tiga dari pemerintahan Augustus, Caesar yang berkuasa atas seluruh wilayah Roma, di konsulat Gulpicius, dan Marinus dan Gayus Pompeius, seperti yang dilaporkan oleh naskah kuno yang akurat”.
Hypolitus , Murid dari Irenaeus (Irenaeus murid dari Polycarpus. Polycarpus murid dari Rasul Yohanes) yang hidup tahun 202 M telah menyebutkan perihal kelahiran Yesus Kristus.
“Untuk kedatangan pertama Tuhan kita dalam keadaan-Nya sebagai manusia dilahirkan di Betlehem, dela-pan hari sebelum bulan pertama Januari, hari ke-4 dalam seminggu, pada tahun 42 pemerintahan Augustus …””39
Dalam Coptic Didaskalia Apotolorum, sebuah dokumen penetapan perayaan Natal pertama tahun 189M menyebutkan; “Wahai saudara-saudara, tetapkanlah dalam hari-hari perayaan, yaitu Natal Tuhan kita tepatnya pada tanggal 25 bulan kesembilan Ibrani, yang bertepatan dengan tanggal 29 bulan keempat Mesir” (Bab XVIII, hlm. 116).
Lalu bagaimana Asal Mula Pemujaan Dewa Matahari ?
Teori yang menolak bahwa Yesus Kristus tidak lahir pada tanggal 25 Desember dipengaruhi paham bahwa Pemujaan terhadap Dewa Matahari bersamaan dengan tanggal 25 Desember. Bukan hanya waktunya yang bersamaan, tetapi ada dugaan bahwa secara waktu, pemujaan Dewa Matahari dilakukan lebih dahulu daripada perayaan Natal. Dengan demikian, perayaan Natal diduga mengikuti tradisi pemujaan Dewa Matahari. Benarkah demikian? Tradisi mana yang lebih awal?
Jika melihat fakta sejarah, Marcus Aurelius Probus Augustus (276 -282) justru membajakatau mendompleng hiruk pikuk “Natus Christus” atau perayaan Kelahiran Kristus menjadi “Natalis Sol Inficus”. Kelahiran Dewa Matahari mula-mula diperingati pada tanggal 3 sampai 23 Desember, namun Kaisar Aurelius mengubahnya menjadi 25 Desember karena Kelahiran Yesus lebih populer. Natal sudah dirayakan di Antiokhia tahun 160, dan diresmikan dalam dokumen Didascalia Apostolorum di Alexandria oleh Patriarkh Demetrius pada tahun 189.
Mata uang “Pontifex Solus” (Sang Penguasa Matahari): gelar pendewaan Kaisar Aurelius.
Jadi tidak benar bahwa Perayaan Natal baru dilakukan pada abad ke IV. Dengan demikian tidak benar pula bahwa perayaan Natal hanya mengikuti tradisi pemujaan Dewa Matahari. Tradisi Natal sudah dilakukan sejak abad kedua, sedangkan tradisi pemujaan Dewa Matahari baru dilakukan pada abad ke-4.
Asal Mula Isu Kontroversi Natal
Kapan isu kemunculan bahwa Kristus tidak lahir tanggal 25 Desember? Apakah isu ini telah merebak pada abad pertama, kedua, atau ketiga? Ternyata belum. Sampai Abad XIX,Perayaan NATAL 25 Desember tidak pernah dipersoalkan. Paul Ernst Jablonski, Teolog Protestan Jerman, yang pertama kali mengajukan Teori bahwa 25 Desember adalah perayaan kafir Sol Invicus (Dewa Matahari Yang Tak Terkalahkan) yang dikristenkan. Pendapat ini diikuti oleh DOM JEAN HARDOUIN, seorang Biarawan Binedictan. Encyclopedia Britanica mengikuti pendapat ini. Asumsi di atas disebabkan karena NATAL dianggap ditetapkan pertama di Gereja Roma Katolik.
Pembelaan dari Teolog Modern
Natal dan kelahiran Yesus Kristus dibela oleh berbagai kelompok dengan berbagai alasan. Sekitar tahun 1641-1660, pembelaan yang paling menonjol berasal dari John Selden, seorang anggota Parlemen dan dikenal sebagai salah seorang yang paling terpelajar pada abad ketujuh belas. Selden's berpendapat bahwa letak kesalahannya adalah kalender Julian, yang menyebabkannya kehilangan satu hari setiap seratus dua puluh delapan tahun. Hal ini mengikis korelasi yang sudah berabad-abad antara titik balik musim semi dan tanggal 25 Maret, menyebabkan penghitungannya menjadi jauh. Ada perubahan dari tanggal 25 Desember menjadi 21 Maret. Selden berpendapat bahwa, karena kelahiran itu secara historis dikaitkan dengan titik balik matahari, hubungan itu pasti telah meningkat jauh sebelum Konsili Nicea, selama masa pelayanan dan apostolik Yesus, antara 25 Desember dan titik balik matahari musim dingin telah terjadi dan umumnya diketahui atau dipahami pada masa itu. Berikut pernyataannya.
Whence also it is to be concluded, that this Feast-day was receiv’d as to be kept on the 25th day even before the Apostles’ time, and that among the Disciples of our Saviour, while he was yet on earth, that is, while in common reputation the 25th day of December was taken for the Winter-solstice: Otherwise what colour were there why the consent of the Fathers should denote it by that civil Wintersolstice which was out of use in the Church, both in their time, and been so likewise from the times of the Apostles? … But it being commonly received, out of the account and Calendar of the Gentiles, that the 25th of December was the Solstice, and that on the same day our Saviour was born, it grew familiar, it seems, and so was delivered down to those Fathers, that the birth-day was on the very Winter-solstice, which they so often inculcate.40
TAHUN KELAHIRAN KRISTUS
Dokumen-dokumen Yahudi awal seperti Mishna dan bahkan Sejarawan Yosefus bersaksi dan menyebutkan bahwa Yesus tinggal di Palestina dan mati pada masa Pontius Pilatus berkuasa. Sejarawan non-Yahudi pertama seperti Thallus, Serapion, dan Tacitus semuanya memberi kesaksian yang sama. Sarjana Inggris, F. F. Bruce memberi tahu kita bahwa “Historisitas Kristus sama seperti Julius Caesar, yang sama-sama pernah hidup seperti manusia normal.
Catatan Injil sebagaimana dicatat oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, menunjukkan bahwa kelahiran Yesus tidak lama sebelum Herodes Agung meninggal.
Kematian Herodes dapat diketahui dari catatan Yosefus41. Yosefus mencatat bahwa terjadigerhana bulan sesaat sebelum Herodes mati. Gerhana terjadi pada tanggal 12-13 Maret tahun 4 SM. Catatan Yosefus juga menyebutkan bahwa Herodes Agung meninggal sebelum paskah, tanggal 11 April tahun 4 SM. Dari perincian lain yang diberikan oleh Josephus, kita dapat menentukan tanggal kematian Herodes Agung telah terjadi antara 29 Maret dan 4 April SM.
Dari uraian diatas, ada alasan untuk menyatakan bahwa Yesus dilahirkan tidak lebih dari 4 SM. Kalender modern kita yang membagi waktu antara B.C. dan A.D tidak diciptakan hingga A.D. 525. Pada waktu itu Paus Yohanes Pertama meminta seorang pertapa bernama Dionysius Exigus untuk menyiapkan kalender standar untuk menggantikan kalender Romawi. Keperluannya adalah untuk Gereja barat. Sayangnya, Dionysius melupakan B.C./A.D yang sesungguhnya. Lama setelah Kalender Kristen telah menggantikan kalender Romawi, ditemukan bahwa Dionysius telah membuat kesalahan dalam menempatkan kelahiran Kristus di 753 dari berdirinya Roma. Seharusnya sudah sekitar 749, atau satu atau dua tahun sebelumnya. Matius mengatakan kepada kita bahwa Herodes membunuh anak laki-laki Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah. Jika Yesus telah dilahirkan sebelum peristiwa ini, maka dapat disebut bahwa Yesus lahir di penghujung tahun 4 SM.
Ketika gereja Katolik terbagi menjadi bagian timur dan barat, Bagian timur yang diperintahkan Konstantinopel merayakan kelahiran Kristus pada tanggal 6 Januari. Walau Gereja mula-mula dalam Kisah Para Rasul tidak merayakan hari kelahiran Kristus, bukan berarti tidak ada dokumen awal yang menyatakan tentang perayaan kelahiran Yesus Kristus.
Hippolytus pada abad kedua menyebutkan dan menghimbau untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember. Pada abad keempat, John Chrysostom berpendapat bahwa 25 Desember adalah tanggal yang benar. Gereja di Timur, seperti halnya Barat, telah mengamati tanggal 25 Desember sebagai tanggal resmi kelahiran Kristus.Para sarjana modern berusaha menunjukkan bahwa ketika Yesus dilahirkan, para gembala sedang memperhatikan domba-domba mereka di perbukitan di sekitar Betlehem. Hal ini dicatat oleh Lukas, Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (Luk.2:8). Beberapa penulis merasa bahwa domba biasanya dibawa berlindung dari mulai bulan November hingga Maret. Tentu saja tidak akan berada di luar pada malam hari. Sumber-sumber Yahudi menunjukkan bahwa domba di sekitar Betlehem berada di luar sepanjang tahun. Diakui, domba di sekitar Betlehem adalah pengecualian dan bukan sebuah aturan yang kaku. Bisa saja ini bukan domba biasa. Kawanan ini adalah domba yang dikorbankan dalam musim semi sebagai korban sembelihan pada hari Paskah.
Menarik, karena Tuhan mengumumkan kelahiran “Anak Domba Allah” sebagai Domba yang pada akhirnya akan mati untuk semua dosa dunia, kepada para gembala yang mengawasi anak-anak domba sebagai korban yang akan segera mati.
TANGGAL 6 JANUARI
Tanggal 6 Januari Clement of Alexandria (AD 150-215), yang melaporkan bahwa pengikut Basilides mempertahankan tanggal Mesir Tybi 11 (= 6 Januari) sebagai tanggal baptisan Kristus (Strom. 1.21). Pergaulan tanggal 6 Januari dengan kelahiran Kristus, pada gilirannya, dari salah membaca Lukas 3:23, yang dianggap mengajarkan bahwa Yesus menginjak usia tiga puluh pada hari pembaptisannya — fakta yang diakui Talley di tempat lain.13 Selain itu, untuk kelahiran dan baptisan Kristus, Epiphanius (AD 315–403) melaporkan bahwa kedatangan orang majus dan keajaiban air di Kana juga ditetapkan pada tanggal 6 Januari —tidak ada satupun yang dapat dikatakan berasal dari perhitungan berdasarkan Paskah 6 April. (Pan. 2.22.12, 17; 29.7-30.2). Jadi, argumen utama Talley muncul dengan sangat singkat
Kesimpulan:
1. Tanggal dan bulan kelahiran Yesus Krsitus dapat dibuktikan melalui penghitungan yang berlandaskan teks Alkitab.
2. Tidak benar bahwa Natal dan Kelahiran Yesus Kristus adalah sesuatu yang berbeda. Ketika kita merayakan Natal secara resmi pada tanggal 25 Desember, kita sedang melegitimasi dan meneguhkan bahwa Kristus lahir tanggal 25 Desember
3. Tidak benar bahwa Perayaan Natal baru dilakukan pada abad ke 4. Teori ini ditolak karena pada abad kedua para Bapa Gereja telah membuat pengakuan dan desakan untuk merayakan kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember
4. Jika pemujaan Dewa Matahari dilakukan pada tanggal 25 Desember, itu adalah usaha mengganti tradisi Romawi. Usaha ini dilakukan untuk mendompleng kemeriahan perayaan Natal pada waktu itu.
5. Asal mula munculnya kontroversi tanggal kelahiran Yesus Krsitus tidak datang pada abad-abad awal setelah kematian Kristus. Pencetusnya datang dari dunia modern yang tidak mengerti tradisi Bapa Gereja.
============================================================
1Susan K. Roll, Toward the Origins of Christmas (Liturgia Condenda 5; Kampen: Kok Pharos, 1995);
Herman Usener, Das Weihnachtsfest (Bonn: Cohen, 1889); Bernard Botte, Les origines de la Noël et de l’Épiphanie (Textes et études liturgiques 1; Louvain: Abbaye du Mont César, 1932).
2 Kurt M. Simmons, The Origins of Christmas and the Date Christ’s Birth (JETS 58/2 (2015), 299–324
3 William J. Tighe, Calculating Christmas, Touchstone Magazine 16/10 (December 2003) 27.
balik Tradisi Romawi.4 Berbagai spekulasi yang lain dibicarakan terus menerus dengan makna yang sama.5 6
4 C. P. E. Nothaft, “The Origins of the Christmas Date: Some Recent Trends in Historical Research,”
Cambridge Journal 81/4 (December 2012) 908, quoting Steven Hijmans, “Usener’s Christmas: A Contribution to the Modern Construct of Late Antique Solar Syncretism,” in Hermann Usener und die Metamorphosen der Philologie (ed. Michel Espagne and Pascale Rabault-Feuerhahn; Kultur- und sozialwissenschaftliche Studien 7; Wiesbaden: Harrassowitz, 2011) 150. Cf. Anselme Davril, “L’origine de la fete de noel,” Renaissance de Fleury: La revue des moines de Saint-Benoit 160 (1991) 9-14.
5John Chrysostom, On the day of the birth of our Savior Jesus Christ
6 Thomas J. Talley, “Constantine and Christmas,” in Between Memory and Hope: Readings for the Liturgical Year (ed. John Francis Baldovin and Maxwell E. Johnson; Collegeville, MN: Liturgical Press, 2000)265-272.
7https://web.facebook.com/berita.injil.98/videos/111546049822728/UzpfSTEwMDAyNjQ3Mjg0MjAx OToxOTA3MTQ5MDUxNTQyNzA/?_rdc=1&_rdr
8 Louis Duchesne, Origines du culte chrétien (1st ed., Paris: Thorin, 1889; 5th ed., Paris: Fontemoing, 1920); Roll, Toward the Origins of Christmas 88–90.
9 Thomas J. Talley, Origins of the Liturgical Year (New York: Pueblo, 1986) 5–13, 91–97.
10 Josephus, The Jewish Wars, VI. 4-5)
11 The Babylonian Talmud (b. Taan. 4; cf. S. Olam 30.86–97) records a saying of Rabbi Yose ben Halafta: “Dari mana kita tahu bahwa Bait Suci kedua juga dihancurkan pada tanggal 9 Ab? Kita telah belajar dalam karya Boraitha: “Suatu peristiwa yang bahagia disebutkan telah terjadi, sementara malapetaka juga terjadi. Dikatakan bahwa ketika Bait Suci pertama dihancurkan, peristiwa itu terjadi pada malam hari sebelum tanggal 9 Ab, yang juga malam penutupan hari Sabat dan juga penutupan tahun Sabat. Rombongan Imam yang melayani pada saat itu adalah Yoyarib, dan orang-orang Lewi sedang melantunkan pujian dan membacakan Firman Tuhan.
12 Biasanya siklus dua puluh empat tahun, mengawalinya di hari Sabat atau berikutnya yang biasanya mendahului bulan Tishri 1, atau bulan ketujuh (1 Raj 8: 2; Ezra 3: 6). Biasanya setiap rombongan melayani selama satu minggu, dua kali setiap tahun, datang di sore hari dari persiapan untuk hari Sabat (Jumat) dan keluar di sore hari (Jumat) berikutnya (2 Raj. 11: 5; 1 Taw. 9:25; 24:19; Yosefus, Ant. 7.14.7). Karena ada dua puluh empat rombongan, melayani dua kali setahun maka akan mencapai empat puluh delapan minggu (1 tahun). Akan terdapat dua setengah minggu tersisa untuk tahun lunar (354 ÷ 7 = 50,5) mungkin akan dipenuhi oleh beberapa rombongan pertama yang melayani ketiga kalinya. Tahun kabisat dalam kalender Yahudi menambahkan bulan ketiga belas (“Adar kedua”) tujuh kali dalam sembilan belas tahun.
13Titik di mana pelayanan kedua Yehoyarib jatuh minggu Ab 8-14 ( pelayanan pertama jatuh pada minggu pertama Tishri) adalah tahun ke dua puluh satu (tahun ke 21). Jadi, tahun 70 AD adalah tahun ke dua puluh satu dalam siklus dua puluh empat tahun. Untuk kembali ke awal siklus, kita mengurangi dua puluh tahun dari 70 M, yang membawa kita ke 50 M. Mengurangi dua puluh empat tahun lagi membawa kita ke tahun 26M; Tentu saja ini akan terdiri dari tahun-tahun 26–49 Masehi. Dua puluh empat tahun lagi membawa kita ke tahun 2M. Rombongan ini akan terdiri dari tahun-tahun sekitar 2-25. 24 tahun lebih membawa kita ke 23 SM (tidak ada tahun nol). Penghitungan ini akan terdiri dari tahun-tahun 23 SM hingga 1M.
14 Josephus, The Jewish Wars, 6.4, 1.5
15 Kurt M. Simmons, The Origins of Christmas and the Date Christ’s Birth, 299-324
16 Methodius, “Oration Concerning Simeon and Anna,” in Ante-Nicene Fathers (ed. Alexander Roberts and James Donaldson; Edinburgh: T&T Clark, 1885; repr., Buffalo, NY: Christian Literature Company, 1886)
6.385.
17 Tertullian, Marc. 4.19.19; cf. Justin Martyr, Apol. 1.34.46; Dial. 78. Atau lihat Jack Finegan, Handbook of Biblical Chronology 302-306; atau lihat juga F. W. Farrar, The Gospel According to St. Luke(Cambridge: Cambridge University Press, 1882), 62-64.
18 W. E. Filmer, “The Chronology of the Reign of Herod the Great,” JTS 17 (1966) 283-298; Earnest L. Martin, “The Nativity and Herod’s Death,” in Chronos, Kairos, Christos: Nativity and Chronological Studies Presented to Jack Finegan (Winona Lake, IN: Eisenbrauns, 1989) 85-92
19 Macrobius, Saturnalia 2.11 (Kaster, LCL).” (Barry J. Beitzel, “Herod the Great: Another Snapshot of His Treachery?,” JETS 57 [2014] 309–22).
20 Steinmann, “When Did Herod the Great Reign?” 15–16.
21 Kurt M. Simmons, The Origins of Christmas and the Date Christ’s Birth (JETS 58/2 (2015), 299–324
22 Kurt M. Simmons, The Origins of Christmas and the Date Christ’s Birth, 299–324
23 Kurt M. Simmons, The Origins of Christmas and the Date Christ’s Birth, 299–324
24 Finegan, Handbook of Biblical Chronology, 342
25 James Ussher, Annals of the World (rev. ed.; Green Forest, AR; Master Books, 2003) §§1177, 1228.
26 Jack Finegan, Handbook of Biblical Chronology, 284–89
27 Louis Duchesne, Origines du culte chrétien (1st ed., Paris: Thorin, 1889; 5th ed., Paris: Fontemoing, 1920, 87
28 Roll, Toward the Origins of Christmas, 88-90
29 Thomas J. Talley, Origins of the Liturgical Year (New York: Pueblo, 1986) 5–13, 91–97.
30 Talley, Origins of the Liturgical Year, 119.
31 Julius Africanus, Chronographiae, The Extant Fragments (ed. Martin Wallraff; trans. William Adler; New York: de Gruyter, 2007) 23, 25, 277, 289
32 Alden A. Mosshammer, The Easter Computus and the Origins of the Christian Era (Oxford: Oxford University Press, 2008) 328–29, 419-421
33 Epiphanius, Pan. 26.1–4 [Williams]; cf. 27:4. Cf. Julius Africanus, Chronographiae 277
34 Susan Roll, Toward the Origins of Christmas, 87.
35 Talley, Origins of the Liturgical Year, 9-10
36 Hippolytus, Chronicon 686–688 (trans. Thomas C. Schmidt, to whom I am also indebted for calling attention to the December 25th birth of Christ implicit in this passage).
37 Kurt M. Simmons, The Origins of Christmas and the Date Christ’s Birth (JETS 58/2 (2015), 299–324. Dari tabel ini, kita melihat bahwa dalam AD 31 Passover terjadi pada 24 Maret. Namun, kalender Ibrani yang direformasi pada abad keempat oleh Hillel II dan mengandung unsur-unsur yang tidak hadir di zaman Yesus. Reformasi Hillel II menampilkan penundaan Rosh Hashanah (Tishri 1, Tahun Baru Yahudi) untuk mempertahankannya dan hari-hari raya lainnya agar tidak jatuh pada hari Sabat untuk mencegah hari-hari istirahat yang berturut-turut. Untuk mencapai hal ini, Rosh Hashanah dibuat untuk terjadi hanya pada hari-hari yang ditetapkan dan tahun yang pandang (kabisat) yang disesuaikan secara tepat antara 353, 354, dan 355 hari dalam tahun-tahun biasa, dan 383, 384, dan 385 hari dalam tahun kabisat. Karena penundaan ini tidak ada pada zaman Yesus, kalender Ibrani masa kini bukanlah panduan yang sepenuhnya dapat diandalkan untuk penanggalan kuno. Misalnya, tradisi Yahudi yang berusia 80 tahun dari peristiwa itu memberi tahu kita bahwa tanggal 9 Ab jatuh pada hari Minggu di tahun 70 M, ketika bait suci dihancurkan oleh orang Romawi (b. Taan. 4; S. Olam 30.86–97). Namun, kalender Hillel II menyebabkan hari ini jatuh pada hari Sabtu, satu hari libur. Alkitab menunjukkan Yesus mati pada Jumat Agung, 15 Nisan, 33 M, tetapi tempat kalender Hillel II Nisan 15 pada hari Sabtu, lagi libur satu hari. Dengan demikian, ada alasan kuat untuk mempercayai bahwa kalender Hillel II salah untuk AD 31, dan bahwa tanggal yang benar dari Paskah adalah tanggal 25 Maret sebagaimana ditegaskan oleh para penulis patristik, yang salah mengira ini untuk tanggal kematian Yesus berdasarkan kronologi "pendek" kehidupan Yesus.
38 The title page and Dedication from the Barberini MS
39 Comm. In Dan. IV,23
40 John Selden, Theanthropos, or God made Man, a Tract Proving the Nativity of our Saviour to be on the 25th of December (London, 1661) 30-31
41 Yosefus, Antiquities of the Jews 17.6.4

Tidak ada komentar:
Posting Komentar