Rabu, 15 Maret 2023

Yesus Kristus dalam Literatur NON KANONIK

 Buku-buku Apokrif/Pseudograf  Sebagai Sumber Kristologi NON KANONIK


Buku  Apokrifa  “Injil Tufuliyyah” (Injil  Masa Kanak-kanak Yesus), berasal dari abad VI M, sumber legenda bahwa Isa sudah bisa bicara ketika masih  dalam ayunan ibunya, Maryam (Q.s. Maryam/19 ayat 29-31)



Injil Apokrif Yakobus (The  Protevengelium of  James),  ditulis tahun 150 M  dalam bahasa Yunani, sumber legenda Bunda Maria dipelihara di Bait Allah  oleh  Zakharia A.S. dengan membuang undi  (Q.s. Ali Imran/3 ayat  35-37; dan 42-44). 

“Membuang undi” untuk memelihara Maryam di Baitul Maqdis  (Q.s. Ali Imran/3:44) dari Protevangelum of James (150 M) 




Dzaalika min anbaa-i alghaybi nuuhiihi ilayka wamaa kunta ladayhim idz yulquuna aqlaamahum ayyuhum yakfulu maryama wamaa kunta ladayhim idz yakhtashimuuna dzaalika min anbaa-i alghaybi nuuhiihi ilayka wamaa kunta ladayhim idz yulquuna aqlaamahum ayyuhum yakfulu maryama wamaa kunta ladayhim idz yakhtashimuuna.

Artinya: “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (Ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa” (Q.s. Ali Imran/3:44). 

“The Protevangelum of James” (Injil Yakobus Awal) 10:1-10 



10. 1. Sementara itu diadakanlah sidang para imam, dan mereka setuju: “Marilah kita mem-buat tirai bagi  Allah”. 2. Kata Imam Besar: “Panggillah perawan dari suku Daud”. 3. Maka pra pemuka Bait Allah mencari kemana-mana dan menemukan tujuh orang. 4. Maka Imam Besar ingat kepada Perawan Maryam bahwa ia berasal dari keluarga Daud dan suci di mata Allah. 5. Maka para pembantu Bait Allah segera meng-ambilnya, 6. lalu membawa para gadis itu  ke Bait Allah. 7. Kata imam besar: “Buanglah undi bagiku siapa yang memintal benang mana yang untuk tirai: yang warna emas, putih, linen, sutra atau lembayung, merah tua dan ungu. 8. Dan benang ungu dan lembayung jatuh ke tangan Maryam. Lalu mengambil semuanya dan kembali ke rumah. 9. Adapun pada waktu itu Zakaria menjadi bisu, dan Samuel mengambil tempatnya sampai Zakaria mendapatkan suaranya kembali. 10. Semantara itu Maryam telah mengencangkan benang lembayung dan menenunnya.

Redaksi  Berita Kelahiran Al-Masih dalam Literatur Non Bible dan Buku Apokrif “Protevangelium of James” (150 M)

Menurut Protevangelium of James pada usia 3 tahun Maryam dipersembahkan oleh orang tuanya di Bait Allah. Pada usia 12 tahun ketika Maryam dibawa pulang ke rumah Yusuf yang memenangkan undian, datanglah malaikat kepadanya dan berkata: “Lâ takhafi Yâ Maryam, liannaki wajadati ni’mat amâma llâh, wa satahbilîna bi  Kalimatihi” (Janganlah takut, Ya Maryam! Karena kamu mendapat anugrah di depan Allah, yaitu engkau akan mengandung dengan Firman-Nya). Ungkapan “Jangan takut!” (Lâ takhafi) yang dalam Injil diucapkan Malaikat (Luk. 1:30), dalam Q.s. Maryam/19:18 diucapkan oleh Maryam: “Sesungguhnya aku berlindung dari Tuhan Yang Maha pengasih darimu” (Inni a’udzu bi ar-Rahmani minka). Sedangkan ungkapan Maryam akan mengandung  “bi Kalimatihi” (dengan Firman-Nya), dalam Al-Qur’an ditulis persis sama: “bi Kalimatin minhu” (Q.s. Ali Imran/3;45, “dengan suatu Firman darinya”), atau  “bi kalimatin mina llâh” (Q.s. ali Imran/3:39, “dengan Firman dari Allah”.



 




Idz qaalatil malaikatu yaa maryamu inna llaaha  yubasyiruki bikalimatin minhusmuhul masiihu 'isa bnu maryama wajiihan fiid dunyaa wal aakhirati waminal muqarrabiin.
Ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat dari-Nya, nama-nya Al Masih 'Isa putera Maryam, yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (di sisi Allah)”.
Q.s. Ali Imran/3:45

Gema “Maria Imaculata Inconceptio” dalam Islam

قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ { وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ }

Abu Hurairah r.a. berkata: “Aku mendengar Rasulullah s.a.w.  bersabda: “Tidak ada seorang pun dari anak keturunan Adam yang dilahirkan kecuali dia disentuh oleh setan saat dilahirkan, maka dia akan berteriak menangis karena sentuhan setan itu, kecuali Maryam dan anaknya”. Kemudian Abu Hurairah r.a. membaca firman Allah Ta'ala: "…dan aku memohon perlindungan kepada-Mu, Ya Allah, untuk Maryam dan untuk anak keturunannya dari setan yang terkutuk“  (Q.s.  Ali 'Imran/3: 36).




Hadits Riwayat Bukhari No. 3177

Mukjizat-mukjizat Isa Al-Masih dalam NON INJIL

Ketika Allah  berfirman: “Hai 'Isa putra Maryam, Ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa, dan pada waktu Aku mengajar kamu menulis, Hikmah, Taurat dan Injil, dan pada waktu kamu membentuk dari tanah suatu bentuk yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya dengan seizin-Ku. Dan pada waktu kamu menyembuh-kan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan pada waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur dengan seizin-Ku, dan pada waktu Aku menghalangi Bani Israil pada waktu kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”.


Idz qaala llaahu yaa 'iisaa ibna maryama udzkur ni'matii 'alayka wa 'alaa waalidatika idz ayyadtuka biruuhi alqudusi tukallimu alnnaasa fii lmahdi wakahlan wa-idz 'allamtuka lkitaaba waalhikmata waalttawraata waal injiila wa idz takhluqu mina alththhiini kahay-ati alththhayri biidznii fatanfukhu fiihaa fatakuunu thayran biidznii watubriu al-akmaha waal-abrasha bi-idznii wa idz tukhriju almawtaa bi-idznii wa-idz kafaftu banii israaiila 'anka idz ji’tahum bi albayyinaati faqaala alladziina kafaruu minhum in haadzaa illaa sihrun mubiinun.

Injil  “Al-Tufuliyya”  (The Arabic Gospel of Infancy), saduran buku  apokrifa abad VII M  dari bahasa Aramaik 


 قد وجدنا في كتاب يوسيفوس رئيس الكهنة الذي كان على عهد المسيح، وقد قال أناسٌ إن قيافا قال إن يسوع تكلم حين كان في المهد، 
وقال لمريم أمه:" إني أنا المسيح ابن الله الذي ولدتِني كما بشَّرك جبرائيل الملاك، وأبي 
“. أرسلني لخلاص العالم

Dalam buku Yosephus, Imam Besar, yang hidup pada zaman Kristus, sementara orang menyebutnya Kaifas, disebutkan bahwa Yesus berbicara ketika masih dalam gendongan, dan berkata kepada Maryam, ibu-Nya: “Sesungguhnya Aku ini Al-Masih, Anak Allah, yang engkau lahirkan sesuai dengan kabar gembira yang disampaikan  Malaikat Jibril, dan Bapa-Ku telah mengutus Aku untuk keselamatan alam semesta”.













Al-Qur’an, Surah Maryam/19:29-31

29Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" 30Jawab Isa: “Sesungguhnya aku seorang Hamba Allah, diberikan-Nya kepadaku Alkitab, dan dijadikan-Nya aku seorang Nabi,  
31 dan dijadikan-Nya seorang yang diberkati dimana aku berada, dan aku diperintah untuk salat dan membayar zakat selama  aku masih hidup”.
 
Mukjizat Yesus mencipta tanah menjadi burung bersumber dari  Injil Tomas (Abad IV M)
 
«لما بلغ الصبي يسوع من العمر خمس سنين كان يلعب في جدول، فجمع المياه الجارية إلى بحيرات، وكان يجعلها على الفور نظيفة، ورتَّبها بمجرد كلمة، ثم جعل بعض طين ناعماً وصنع منه اثني عشر عصفوراً. وكان يوم السبت لما فعل هذه الأشياء. ومع أنه كان يوجد أولاد كثيرون يلعبون معه إلا أن أحد اليهود لما رأى ما فعله يسوع وأنه كان يلعب في يوم السبت، ذهب وأخبر والده يوسف قائلاً: إن ابنك هو عند جداول المياه وقد أخذ طيناً وصنع منه اثني عشر طيراً ونقض يوم السبت. فأتى يوسف إلى المكان وعاين ما فعله الولد فصرخ قائلاً له: لماذا تفعل في السبت هذه الأشياء التي لا يحل فعلها؟ فطبق يسوع كفيه الواحد على الآخر وصاح بالعصافير قائلاً لها: اذهبي. فطارت العصافير! فذُهل اليهود الذين شاهدوا هذه الأمور. ولما انصرفوا أخبروا رؤساءهم بما فعله يسوع».                              
Konon kanak-kanak Yesus ketika berusia 5 tahun sedang bermain-main di gerbang jalan, Ia mengumpulkan air yang kotor dan dibuatnya menjadi jernih, dan dilakukan-Nya hanya dengan satu kata. Lalu diambilnya sebagian tanah itu dan dibuatnya 12 bentuk burung-burung. Padahal hari itu adalah hari Sabat, ketika Yesus melakukan itu. Bersama dengan Dia, banyak anak-anak kecil bermain-main, sampai ada seorang Yahudi yang mengetahui apa yang diperbuat Yesus pada hari Sabat. Maka pergilah orang Yahudi itu kepada Yusuf dan berkata: “Lihat, anakmu! Dia bermain-main di genangan air, dan mengambil Lumpur tanah dan dijadikan-Nya 12 burung, padahal perbuatan itu jelas melanggar kesucian hari Sabat”. Lalu datanglah Yusuf ke tempat dimana Yesus bermain-main, sambil berteriak katanya: “Mengapa kamu membuat semua hal ini pada hari Sabat, hari yang melarang kita mengerjakan sesuatu?” Maka Yesus melepaskan dari tangan-Nya  satu demi satu bentuk burung-burungan itu, dan berkata: “Pergilah!”, maka terbanglah dan menjadi burung sungguh-sungguh. Tercenganglah orang Yahudi itu ketika melihat semua kejadian ini, dan ketika ia meninggalkan tempat itu dan dikabarkannya semua yang telah dilakukan oleh Yesus.


Mukjizat Kelahiran Isa Al-Masih di bawah pohon korma(Q.s. Maryam/19: 22-25). 

22fahamalathu  faintabadzat  bihi  makaanan  qashiyyaan.  23fa Ajaa ahaa  almakhaadu  ilaa  jidz'i alnnakhlati qaalat yaa laytanii mittu qabla haadzaa wakuntu nasya mansiyyaan.   24fanaadahaa min  tahtihaa  allaa tahzanii  qad ja'ala  rabbuki tahtaki sariyyaan 25wahuzzii  ilayki  bijidz'i  alnnakhlati  tusaaqith 'alayki ruthaban janiyyaan .

Artinya: 22Maka mengandunglah Maryam dan mengasingkan diri ke tempat yang jauh. 23 Dan rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya bersandar pada pangkal pohon korma, katanya: “Wahai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan. 24 Maka berserulah: “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”.

Injîl Matâ al-Manhul (The Pseudo-Gospel of Maththew), Bab XX, ditulis abad V M 



Maka kata bayi Yesus yang ada di pelukan dada ibunya, Perawan Maryam, wajahnya tersungging senyum: “Wahai pohon, rendahkanlah dahan-dahanmu untuk memberi makan ibuku dengan buah segarmu!”. Maka pohon itu mendengar, dan menundukkan dirinya ke kaki Maryam. Lalu makanlah mereka semua buah-buah dari pohon itu. Setelah itu, ketika mereka sedang mengumpulkan buah-buah itu, pohon itu masih menunduk, menunggu perintah selanjutnya.  Kemudian Yesus berkata: “Angkatlah dirimu, wahai pohon korma, dan satukanlah dirimu dengan pohon-pohon Bapa-Ku yang di surga! Tetapi bukalah akar-akarmu dan berikanlah airmu dari tanah untuk menyegarkan kami disini!” Demikianlah mereka telah memakan dari buah korma itu, dan meminum air segar yang keluar dari akar-akar pohonnya. Dan ketika mereka melihat air itu, mereka mengisi kantong airnya penuh. Maka disegarkan dahaga mereka, mereka sangat senang sambil memuji Allah”.

“Putri  Imran” dan “Saudara Harun”:  Antara Miryam dan Maryam Ibu Yesus

וּבְנֵי עַמְרָם אַהֲרֹן וּמֹשֶׁה וּמִרְיָם
Uvene ‘Amram Ahron umosheh umiryam. Artinya: “Dan anak-anak Amram adalah Harun Musa dan Miryam….” (1 Taw. 6:3).

وَبَنُو عَمْرَامَ: هَارُونُ وَمُوسَى وَمَرْيَمُ
Wa banu ‘Amran: Harun wa Musa wa Maryam. Artinya: “Dan anak-anak Amran adalah Harun, Musa dan Maryam” (Arabic Bible).
Para apologet Muslim menjawab Maryam Ibu Isa disebut “saudara Harun”, karena sa-lehnya seperti Harun. Ada juga yang men-jawab: “Itu Harun yang lain”. Namun Mar-yam juga disebut “Putri Imran (Amram)”. Kebetulan pasti tidak terjadi dua kali. Nama “Imran” adalah arabisasi dari “Amram”, sebagaimana nama “Abraham” diarabkan menjadi “Ibrahim”. 


Ya Ukhta Haruun, maa kaana abuuki amra sau’I wa maa kanaat umuki baghiyan.
Artinya: “Wahai Saudara Harun, bapamu bukan seorang penjahat, dan ibumu bukan seorang pezina” (Q.s. Maryam/19:29).


Maryama ibnata 'imraana allatii ahsanat farjahaa fanafakhnaa fiihi min ruuhinaa washaddaqat bikalimaati rabbihaa wakutubihi wakaanat mina alqaanitiina.
Artinya: “Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya dan Kami tiupkan dari ruh kami, dia membenarkan kalimat Tuhannya, dan kitab-kitabnya, dan dia termasuk  orang-orang yang taat” (Q.s. Tahrim/66:12).)

 
3 UNSUR APOLOGETIKA
  1. MEMBELA
Peristiwa yang dialami Yesus Kristus menurut Alkitab diakui oleh sejarawan non-kristen dan menurut studi arkeologi

2. MEMBUKTIKAN
Manuskrip yang begitu banyak tentang Yesus Kristus.

3. MENYERANG
Dari mana sumber Alquran yang mencantumkan kegiatan Yesus Kristus yang tidak terdapat dalam Alkitab Adakah manuskripnya ?

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

impola summa

Dalam "Summa Theologiae", Santo Thomas Aquinas membahas tentang Trinitas, yaitu doktrin Kristen mengenai satu Allah yang dalam tig...