Halaman

Rabu, 15 Maret 2023

KRISTUS PADA MASA LAMPAU By: Pangeran Manurung

Kerumitan topik ini

  • Kristus disebut Pencipta ?
  • Kristus disebut telah ada sejak dunia belum ada ?
  • Kristus disebut Penguasa Dunia ?
  • Tapi Kristus lahir sesudah dunia ada ?


KRISTUS PADA MASA LAMPAU
  • Kehadiran Yesus secara fisik di dunia ini memang sekitar 2000 tahun yang lalu. Namun kehadiran Kristus secara fisik bukanlah titik awal eksistensinya.
  • Jika Kristus tidak kekal, maka Dia tidak Ilahi
PENTINGNYA KEKEKALAN
  • Konsep terpenting karena apabila Kristus tidak kekal maka Ia adalah suatu ciptaan yang berada dalam waktu, dan tidak mempunyai kualitas kekekalan serta keabadian yang merupakan ciri-ciri Allah sendiri.

BUKTI EKSPLISIT
  • Menimbulkan penolakan mendadak dari orang Yahudi terhadap pernyataan Kristus tentang kekekalanNya (Yoh.8:58),
  • John 8:58 εἶπεν αὐτοῖς Ἰησοῦς· ἀμὴν ἀμὴν λέγω ὑμῖν, πρὶν Ἀβραὰμ γενέσθαι ἐγὼ εἰμί. (Joh 8:58 BGT)
  • Yohanes 8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada (aku selalu ada).
  • Mirip dengan pernyataan dalam Keluaran 3:14
  • hy<+h.a,( rv<åa] hy<ßh.a,(
  • “Kata “adalah” (inggris: “was”) dalam kalimat “Pada mulanya adalah Firman” adalah kata yunani  hen, dalam bentuk tenses imperfek yang menekankan keberadaan yang terus menerus pada waktu yang lampau. Frase itu dapat diterjemahkan “Pada mulanya adalah Firman yang terus menerus ada.” Artinya Yesus tidak pernah tidak ada
  • John 1:1 Ἐν ἀρχῇ ἦν ὁ λόγος, καὶ ὁ λόγος ἦν πρὸς τὸν θεόν, καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος. (Joh 1:1 BGT)
  • h=n = Verb indicative imperfect active 3rd person singular from eivmi, 
  • Hebrews 1:8 πρὸς δὲ τὸν υἱόν· ὁ θρόνος σου ὁ θεὸς εἰς τὸν αἰῶνα τοῦ αἰῶνος, καὶ ἡ ῥάβδος τῆς εὐθύτητος ῥάβδος τῆς βασιλείας σου. (Heb 1:8 BGT)
  • Ibrani 1:8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
  • Dalam ayat 8, penulis Ibrani memulai suatu seri kutipan dari Perjanjian Lama. Konteks = Kristus lebih tinggi dari Malaikat
  • Colossians 1:17  kai. auvto,j evstin pro. pa,ntwn kai. ta. pa,nta evn auvtw/| sune,sthken 
  • Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
  • evstin = Present active sebelum segala sesuatu
  • Paulus menyatakan “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia”, menekankan sekali lagi tentang kekekalan dan praeksistensi Kristus melalui penggunaan bentuk tenses waktu sekarang.
  • Micah 5:1 ~l'(A[ ymeîymi ~d<Q<ßmi wyt'îaoc'AmW lae_r"f.yIB.
  • ~l'(A[ = Forever, Everlasting, Long Duration
  • 5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
Bukti Kekekalan Kristus / Eksplisit
Isaiah 9:5
  Am=k.vi-l[; hr"Þf.Mih; yhiîT.w: Wnl'ê-!T;nI !Be… Wnl'ª-dL;yU dl,y<å-yKi
; d[;Þybia] rABêGI laeä ‘#[eAy al,P,û Amøv. ar"’q.Yiw
Ki yeled yulad:
Yesaya 9:5. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Nats yang merupakan nubuatan yang luar biasa tentang inkarnasi Allah

1. Penasehat Ajaib
Kata penasehat (counselor) yang ajaib berasal dari kata “Yoetz” yang artinya seseorang yang memiliki hikmat dan kemampuan ilahi untuk menilai dan meneropong menembusi peristiwa-peristiwa yang ada sehingga melihat kehendak Allah dan penerapannya (Yes.11:2; 1Kor.1:30).
Sedangkan kata ajaib (wonder) berasal dari istilah “peleh” yang berarti suatu rahasia besar. Jadi sebagai penasehat ajaib Ia sanggup melihat dan menembusi suatu rahasia besar Allah yang akan dilaksanakan-Nya sesuai dengan kehendak Allah.

2. Allah yang Perkasa(Mighty God)
Berasal dari kata “El-Gibbor”. El; berasal dari kata “Elohim” dan menunjukkan hakekat pribadinya (sifat-sifat ilahiNya) dan selalu dipakai sebagai nama Allah.
Jadi Mesias yang akan datang dianggap sebagai Allah-Manusia yang perkasa.

3. Bapa Yang kekal (Everlasting Father)
Istilah Ibraninya “Abi -ad”. Seharusnya lebih tepat dikatakan Bapa, pemilik kekekalan. Namun yang dibicarakan disini adalah Mesias yang akan datang yaitu pribadi kedua Tritunggal. Ia menguasai zaman. Dari padaNya waktu menjadi kenyataan.

4. Raja Damai (Prince of Peace)
Bahasa Ibraninya “Sar-shalom”. Istilah ini dipakai juga dalam Zakaria 9:10; Kol.1:20; Ef.2:14 dan hal ini menyatakan bahwa Mesias yang akan datang itu adalah Raja Damai.


Bukti Kekekalan Kristus/Tdk Langsung

Yohanes 3:13 “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia”
Asal mula surgawi Kristus membuktikan eksistensi kekal-Nya. Yohanes 3:13 menekankan bahwa Kristus “turun dari Surga,” Apabila Kristus datang dari surga maka Betlehem tidak dapat menjadi awal mula-Nya. Ayat ini mengindikasikan bahwa Ia tinggal di surga sebelum datang ke bumi, oleh karena itu, Ia adalah kekal.

Arti: Keadaan Kristus tidak bermula dari Betlehem (kandang domba)

Yohanes 1:3 “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan”
Karya prainkarnasi Kristus membuktikan eksistensi kekelan-Nya. Yohanes 1:3 mengatakan bahwa Kristus menciptakan segala sesuatu (semua di sini adalah suatu penekanan). Apabila ia menciptakan segala sesuatu maka Ia haruslah kekal 

Apabila ia menciptakan segala sesuatu maka Ia haruslah:
  • Ada sebelum segala sesuatu
  • Penguasa segala sesuatu

Pra-Eksistensi Kristus

Praeksistensi Kristus berarti bahwa Ia telah ada sebelum dilahirkan atau keberadaan Yesus sebelum penjelmaan atau pra-inkarnasi.

Praeksistensi mesti terlebih dahulu dibuktikan dengan kekekalan Yesus Kristus, karena pernyataan kekekalan melebihi pengertian bahwa Dia mungkin diciptakan di masa lampau sebelum penciptaan dunia.

Doktrin ini telah diterima sejak Konsili Nicea. Pernyataan itu semakin diteguhkan dengan memandang hubungan Yesus Kristus dengan Tritunggal. 

Oleh sebab itu ada hubungan yang penting antara ketuhanan Yesus dengan konsep tritunggal, dalam konteks keberadaan-Nya pra-Inkarnasi.

Pra-Eksistensi Kristus / Buktinya

1. Asalnya yang Surgawi (Yoh.3:13 dan 31)
Yohanes 3:13 Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Yohanes 3:31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.

2. KaryaNya sebagai Pencipta (Yoh.1:3; Kol.1:16, dan Ibr.1:2)
Kolose 1:16: karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
Jika Kristus terlibat dalam penciptaan, maka tentu saja Dia harus ada sebelum penciptaan.

3. Kesaksian Yohanes Pembaptis (Yoh.1;15, 30)
Yohanes 1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.“
Ay. 15;  Supremasi dan excellensi (keunggulan) Kristus, dilahirkan dan berada. Dia telah ada sebelum aku. Yohanes dilahirkan sebelum Yesus, tetapi ia mengaku bahwa Yesus telah ada sebelum dia. Supremasi dan keberadaanNya.

4. Hubungan-Nya dengan Allah (Yoh.1:18) 
Yohanes 1:1 8 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Ay. 18; di atas Pangkuan Bapa. Intimasi dan kenikmatan kasih. Ada kata kerja ‘to be” dalam bentuk present artinya inkarnasi tidak mengurangi kesatuannya yang intim dengan Bapa. Dialah satu-satunya yang memanifestasikan Bapa. Yohanes 1:18
Yesus mengaku bahwa Ia memiliki kemuliaan yang sama dengan Bapa sebelum dunia ada (Yoh.17:5) dan Paulus juga menyatakan bahwa Kristus memiliki sifat yang sama dengan Allah (Flp.2:6).
Yohanes 17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
Filipi 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
Setara dengan Allah = Eksis sebelum Kristus lahir
Berikut penjelasan makna kata “pros” (bersama-sama) dalam Yohanes 1:1 dan hubungannya dengan eksistensi Kristus pada masa lampau.

DISKUSI

Bagaimana kaum Yahudi melihat teks-teks ini ?

MAKNA KATA “PROS” DALAM YOHANES 1 DAN HUBUNGANNYA DENGAN KRISTUS PADA MASA LAMPAU

Makna ”pro.j to.n qeo,n” Terhadap Keilahian ”lo,goj”

John 1:1  En avrch/| h=n o` lo,goj( kai. o` lo,goj h=n pro.j to.n qeo,n( kai. qeo.j h=n o` lo,gojÅ
Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
John 1:1 In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God. 

Kata ” pro.j“ berarti bersama-sama dengan” berasal dari kata (face to face) yang dalam pikiran Yunani berarti satu kesatuan. 
Kata ini menunjukkan bahwa Kristus yang adalah Firman itu bukan saja ada terus menerus di masa lampau yang tidak terbatas atau kekal. Kata ini juga menyatakan kesatuan-Nya dengan Allah. 
Artinya, keseluruhan wahyu Allah itu ialah bahwa Firman yang adalah Kristus itu kekal adanya, karena Ialah Allah itu sendiri. Namun demikian, makna-makna lain dari kata depan “pro.j” masih dapat dilihat dari beberapa sudut pandang:

1. Relasi Yang Intim Antara lo,goj dan qeo.j. 

Yohanes 1:1b berbunyi ”kai. o` lo,goj h=n pro.j to.n qeo,n( kai. qeo.j h=n o` lo,goj“ (kai ho logos en pros ton Theon: dan Firman itu bersama-sama dengan Allah). 
Apakah artinya kata “pros” pada ayat tersebut? 

Ada banyak penjelasan mengenai hal ini, termasuk dikalangan beberapa pakar Perjanjian Baru. Murray berpendapat dan memberikan empat kemungkinan makna dari kata itu: 
a) Berbicara kepada.. 
b) Mengenai hal-hal ini (hal benda yang sama)
c) Menunjukkan posisi, sama dengan makna kata “para”, 
d) adanya relasi atau komunikasi.

Sedangkan Schnackenburg lebih sepakat dengan pilihan c, yaitu dimengerti seperti kata “para” yang berarti “posisi”. 
Pendapatnya ini di dasarkan atas petunjuk dari Yohanes 17, dimana di dalam doa-Nya sebagai Imam Besar, Tuhan Yesus melihat ke belakang kepada kemuliaan yang pernah Ia miliki dengan (para) Bapa sebelum keberadaan dunia (Yoh. 17:5).  Posisi kemuliaan yang sama
(Rudolf Schnackenburg, The Gospel According to Saint John (New York: Cross Road, 1990), 234) 

Pengertian yang lebih tepat dari arti kata “pros” mungkin pilihan d (relasi atau komunikasi).
Artinya kata sandang “pros” itu tidak sekedar dipahami sebagai posisi, tetapi lebih baik dimengerti sebagai “Logos berada dalam persekutuan yang aktif dengan Allah” 
Karena digunakan bagi pribadi Allah, kata “pros” tersebut menunjukkan persekutuan internal yang kekal dalam diri Allah. 
Miller menyetujui pandangan ini dan berkata bahwa, “kata pros” dengan kasus akusatif sering menyampaikan suatu relasi pribadi. 

Sebenarnya, dalam Inji, kata “pros” jauh lebih banyak digunakan dalam kaitannya dengan relasi antar pribadi dibandingkan dengan makna lainnya. 
Dan dalam Injil Yohanes, hal yang sama hampir selalu digunakan” Dengan kata lain, kata “pros” tersebut memberikan gambaran tentang kedekatan Logos dengan Allah dan persekutuan yang harmonis antara Logos dan Allah. 

Kanagaraj menambahkan bahwa, “Logos yang kekal adalah Logos yang ada dalam persekutuan dengan Allah sebelum segala sesuatu diciptakan, ini mencerminkan kemulian-Nya.”Relasi yang harmonis ini memperlihatkan bahwa sejak awalnya Yesus Kristus bersama-sama dengan Allah. 

2. Persekutuan Yang Kekal Antara lo,goj dan qeo.j

Perhatikan bahasa Yunani dan terjemahannya ke dalam bahasa Inggris berikut. καὶ (and) ὁ λόγος (the Word) ἦν (was) πρὸς (toward/ fellowship with) τὸν (the) θεόν (God). 

Sang Logos, dengan definite article, dijelaskan telah mempunyai persekutuan/ bersama-sama (fellowship) bersama dengan Sang Theos (dengan definite article) juga dalam konteks “in the beginning

Logos, dengan definite article, adalah Pribadi yang eksis sejak kekal dan Theos, dengan definite article, juga adalah Pribadi yang sudah eksis pada waktu Logos eksis. Keduanya sudah eksis sebelum Logos menciptakan segala sesuatu

Secara spesifik dan teliti, Yohanes menempatkan kata πρὸς (with the accusative in company) untuk menunjukkan bahwa Logos dan Theos eksis bersama-sama sejak pada mulanya dan bukan saja eksis, tetapi Logos dan Theos berada dalam suatu persekutuan yang khusus

Hal ini didukung oleh bentuk penggunaan yang sama dalam bagian Alkitab yang lain:
  • Markus 6:3, “auvtou/ w-de pro.j h`ma/j“ (saudara perempuan bersama kita)
  • Markus 14:49, “h;mhn pro.j u`ma/j evn“ (Aku berada di tengah-tengahmu)
  • 2 Korintus 5:8, “pro.j to.n ku,rion” (tetap menetap pada Tuhan). 

KESIMPULAN
  • Relasi yang intim antara Kristus dan Allah
  • Persekutuan yang kekal antara Kristus dan Allah





































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar