Halaman

Selasa, 14 Maret 2023

KETIDAK-BERDOSAAN KRISTUS By: Pangeran Manurung

Kerumitan topik ini
  • Kristus adalah manusia sehingga berdosa jika dihubungkan dengan kejatuhan?
  • Kristus dapat berdosa tetapi tidak mau berdosa ?
  • Sifat-Sifat manusia Kristus yang tercemar oleh lingkungan ?
  • Teolog-teolog konservatif yang mempelajari Alkitab secara cermat dan yakin bahwa Yesus Kristus tidak pernah berdosa. Ini memang sejalan dengan keilahian-Nya dan sebagai suatu persyaratan awal bagi pekerjaan penebusan/penggantian-Nya di salib.
  • Sedikitpun kegagalan moral Yesus akan meruntuhkan nilai kedua aspek penting tersebut. 

PENDAHULUAN
Diskusi yang hangat dalam BAB ini adalah;
  • Apakah Kristus tidak mampu untuk berdosaatau
  • Kristus tidak mau untuk berdosa”.
Ibrani 4:15 mencatat bahwa Kristus tidak berbuat dosa meski Ia telah dicobai. 
Realita bahwa Kristus dicobai menyatakan bahwa Ia adalah manusia yang menghadapi 
pergumulan pencobaan. 
Ibrani 4:15, “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat 
turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, 
hanya tidak berbuat dosa


KetidakberdosaanNya atau kemenanganNya atas pencobaan, dengan jelas menyatakan bahwa 
Dia adalah Allah dan Manusia sejati.
INGAT: Kenyataan bahwa Yesus Kristus menang dari pencobaan tidak berarti bahwa Dia 
berhasil/menang menaklukkan dosa yang ada dalam diriNya

Dicobai berarti;
  • Iblis tidak mahatahu
  • Persiapan Yesus sebelum memulai pelayanan sebagaimana tradisi Yahudi

Pertanyaan lanjutan
Tidak ada makna “Kristus jadi teladan” jika Dia tidak dapat dicobai ?

DEFENISI DAN POKOK PERSOALAN

Paham yang memegang bahwa Ia dapat berdosa disebut “peccability”, sedangkan paham yang memegang bahwa Yesus tidak dapat berdosa disebut “impaccability

Alasan mengapa ada orang yang memegang paham “peccability” adalah karena pencobaan selalu berhubungan dengan kemungkinan jatuh. 

Dalam Ibrani 4:15 menyatakan bahwa Kristus dicobai sehingga Ia mesti berbuat dosa. Pencobaan itu pun nyata, lihat kasus 40 hari di Padang Gurun (Mat. 4:1-11; Mrk. 1:12; Luk. 4:1), juga pergumulan di Getsemani (Mat. 26:36-46; Mrk. 14:32-42; Luk. 22:39-46). 
Dalam Ibrani 4:15 menyatakan bahwa Kristus dicobai sehingga Ia mesti berbuat dosa

Ibrani 4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Pencobaan itu pun nyata, lihat kasus 40 hari di Padang Gurun (Mat. 4:1-11; Mrk. 1:12; Luk. 4:1),

Matius 4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
Juga ada pergumulan di Getsemani (Mat. 26:36-46; Mrk. 14:32-42; Luk. 22:39-46).

Lukas 22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.


ARGUMENTASI


1. Sampan dan Perang
Ketidak berdosaan Kristus dan godaan-godaan yang dialami-Nya diumpamakan sebagai sampan dan kapal perang. Sampan dengan penumpang-penumpangnya bisa berusaha sekuat mungkin untuk menang atas kapal perang tapi kapal perang lebih kuat sehingga tidak mempan atas perlawanan apapun. 

Prinsip: Kemustahilan


2. Ia tidak memiliki dosa asal Adam dan tidak ada konflik Roma 7. 

Roma 7:7 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!" 7:8 Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati.

3. Ia memiliki kodrat Allah (Yak. 1:13) sehingga tak mungkin jatuh dalam dosa. 

Yakobus 1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

4. Dalam Kristus tidak ada konflik personal sesuai dengan Yohanes 8:46; 1 Yohanes 3:5

Yohanes 8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

1 Yohanes 3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.


5. Sifat-sifat Kristus menunjukkan bahwa Ia bebas dari kelemahan/dosa
a. Kemahakuasaan-Nya (Mat. 28:18) menunjukkan bahwa kuasa-Nya tak terbatas sehingga mampu menolak dosa yang mencobai sifat kemanusiaan-Nya.
Matius 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

b. Kemahatahuan-Nya (Yoh. 2:25) menunjukkan bahwa Ia tahu semuanya sebelum Iblis bergerak dan mengambil tindakan apapun. Ia mengetahui konsekuensi dosa di depan. 
Hawa bisa ditipu karena keterbatasan pengetahuannya, berbeda dengan Kristus.


c. Kemahasucian-Nya. Sifat yang satu ini telah jelas


6. Kehendak dan Otoritas Kristus

Bukan hanya sifat-sifat yang ada pada Kristus yang menjadi bukti bahwa Dia tidak dapat berdosa. Kehendak dan otoritas Kristus juga merupakan bukti bahwa Dia tidak dapat berdosa. 

Kehendak Kristus adalah melakukan kehendak Bapa (Mat. 26:39,42; Yoh. 5:30). 

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Kristus memiliki otoritas penuh atas diri-Nya (Yoh. 10:18). 

Yohanes 10:18 Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

Jika Dia memiliki otoritas atas hidup dan mati, Diapun memiliki otoritas untuk tidak berdosa.
Otoritas: Berbicara tentang kekuasaan untuk menolak dan bebas dari segala hasutan






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar