mengeksplorasi sifat anugerah Tuhan dan berpendapat bahwa itu adalah tema sentral dari iman Kristen.
mulai dengan mendefinisikan kasih karunia sebagai "perkenanan Tuhan yang tidak pantas", menekankan bahwa itu adalah hadiah yang diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan kepada orang-orang berdosa yang tidak pantas menerimanya. Dia mencatat bahwa Alkitab menggambarkan kasih karunia sebagai pusat iman Kristen, karena melalui kasih karunia Allah keselamatan dimungkinkan.
bahwa kasih karunia Tuhan bukan hanya pemberian satu kali, tetapi merupakan realitas yang berkelanjutan dalam kehidupan orang percaya.bahwa kasih karunia Tuhan ditunjukkan dengan cara yang nyata, seperti pengampunan dosa dan kuasa untuk menjalani kehidupan yang diubahkan. membahas hubungan antara kasih karunia dan iman, dengan alasan bahwa iman adalah cara kita menerima kasih karunia Allah. menyarankan bahwa iman bukan hanya persetujuan mental terhadap kebenaran tertentu, tetapi kepercayaan pribadi kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan.
Terakhir, menekankan pentingnya menanggapi anugerah Tuhan dengan rasa syukur dan ketaatan. menyarankan bahwa mengenali kedalaman kasih karunia Tuhan dalam hidup kita harus membawa kita untuk hidup dengan rasa syukur dan pelayanan kepada Tuhan dan sesama.
Sebagai kesimpulan, bahwa anugrah Tuhan adalah tema sentral dari iman Kristen, yang mengungkapkan kemurahan Tuhan yang tidak pantas terhadap orang berdosa. Anugerah Tuhan bukan hanya pemberian satu kali, tetapi realitas yang berkelanjutan dalam kehidupan orang percaya, yang ditunjukkan dengan cara yang nyata. Menanggapi anugerah Tuhan dengan rasa syukur dan ketaatan seharusnya membawa kita untuk hidup bersyukur dan melayani Tuhan dan sesama
In Chapter 15 of "Knowing God," J.I. Packer explores the nature of God's grace and argues that it is a central theme of the Christian faith.
Packer begins by defining grace as "God's unmerited favor," emphasizing that it is a gift freely given by God to sinners who do not deserve it. He notes that the Bible portrays grace as central to the Christian faith, as it is through God's grace that salvation is made possible.
Furthermore, Packer argues that God's grace is not just a one-time gift, but is an ongoing reality in the lives of believers. He suggests that God's grace is demonstrated in tangible ways, such as in the forgiveness of sins and in the power to live a transformed life.
Packer then discusses the relationship between grace and faith, arguing that faith is the means by which we receive God's grace. He suggests that faith is not just a mental assent to certain truths, but a personal trust in Jesus Christ as Savior and Lord.
Finally, Packer emphasizes the importance of responding to God's grace with gratitude and obedience. He suggests that recognizing the depth of God's grace in our lives should lead us to live a life of thankfulness and service to God and others.
In conclusion, Packer argues that the grace of God is a central theme of the Christian faith, revealing God's unmerited favor towards sinners. God's grace is not just a one-time gift, but an ongoing reality in the lives of believers, demonstrated in tangible ways. Responding to God's grace with gratitude and obedience should lead us to live a life of thankfulness and service to God and others
Tidak ada komentar:
Posting Komentar