Halaman

Senin, 01 Mei 2023

impola summa

Dalam "Summa Theologiae", Santo Thomas Aquinas membahas tentang Trinitas, yaitu doktrin Kristen mengenai satu Allah yang dalam tiga pribadi, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dalam konteks ini, istilah "prosesi" merujuk pada cara Bapa dan Roh Kudus muncul dari Allah.

Menurut Santo Thomas Aquinas, Bapa dan Roh Kudus memiliki prosesi yang berbeda-beda. Bapa prosesinya berasal dari dirinya sendiri (a se), sementara Roh Kudus prosesinya berasal dari Bapa dan Putra (ex Patre Filioque).

Prosesi Bapa adalah prosesi pertama, karena Bapa adalah sumber keberadaan Putra dan Roh Kudus. Dalam bahasa Latin, prosesi Bapa disebut "processio a se" yang berarti "prosesi dari dirinya sendiri". Artinya, Bapa muncul dari dirinya sendiri dan tidak bergantung pada yang lain.

Sementara itu, prosesi Roh Kudus disebut "processio ex Patre Filioque" yang berarti "prosesi dari Bapa dan Putra". Artinya, Roh Kudus muncul dari Bapa dan Putra secara bersama-sama.

Dalam konteks Trinitas, prosesi merupakan salah satu cara untuk memahami bagaimana tiga pribadi Allah (Bapa, Putra, dan Roh Kudus) terkait satu sama lain. 

Dalam "Summa Theologiae", istilah "prosesi" merujuk pada cara Bapa dan Roh Kudus muncul dari Allah.

Menurut Santo Thomas Aquinas, Bapa dan Roh Kudus memiliki prosesi yang berbeda-beda. Bapa prosesinya berasal dari dirinya sendiri (a se), sementara Roh Kudus prosesinya berasal dari Bapa dan Putra (ex Patre Filioque).

Prosesi Bapa adalah prosesi pertama, karena Bapa adalah sumber keberadaan Putra dan Roh Kudus. Dalam bahasa Latin, prosesi Bapa disebut "processio a se" yang berarti "prosesi dari dirinya sendiri". Artinya, Bapa muncul dari dirinya sendiri dan tidak bergantung pada yang lain.

Sementara itu, prosesi Roh Kudus disebut "processio ex Patre Filioque" yang berarti "prosesi dari Bapa dan Putra". Artinya, Roh Kudus muncul dari Bapa dan Putra secara bersama-sama.

Pertanyaan 27, Artikel 1 dalam pertanyaan ini mempertanyakan apakah ada prosesi dalam Allah. Santo Thomas Aquinas menjawab bahwa prosesi memang ada dalam Allah.

Dalam artikel ini, Santo Thomas Aquinas memulai dengan mengutip beberapa ayat dalam Alkitab yang menunjukkan adanya prosesi dalam Allah, seperti Yohanes 15:26 ("Tetapi apabila datang Penolong yang Kuberikan kepadamu dari Bapa, yaitu Roh Kudus yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.") dan Yohanes 8:42 ("Yesus berkata kepada mereka: 'Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Tidak Aku datang ke dunia ini dengan sendiriku, tetapi Dia yang mengutus Aku adalah benar.'").

Santo Thomas Aquinas kemudian menjelaskan bahwa prosesi dalam Allah bukanlah prosesi yang sama seperti prosesi dalam makhluk ciptaan Allah, seperti prosesi penciptaan atau generasi. Prosesi dalam Allah adalah prosesi keberadaan atau asal-usul, yang berbeda dari prosesi gerakan atau perubahan dalam dunia ciptaan.

Santo Thomas Aquinas juga menjelaskan bahwa prosesi dalam Allah terjadi dalam satu Allah yang tunggal, tetapi melibatkan tiga pribadi, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus. 

Allah adalah keberadaan murni dan dalam hal ini, prosesi dalam Allah terjadi dalam keberadaan yang murni tanpa kekurangan atau kelemahan, 

apakah prosesi diatas berarti " berasal usul dari ..."
Ya, istilah "prosesi" dalam teologi Kristen, khususnya dalam konteks Trinitas, berarti "berasal-usul dari" atau "keluar dari". Dalam hal ini, prosesi dalam Allah merujuk pada asal-usul atau sumber dari tiga pribadi ilahi yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Namun, penting untuk dicatat bahwa prosesi dalam Allah bukanlah prosesi yang sama dengan prosesi dalam dunia ciptaan, seperti prosesi generasi atau penciptaan, karena prosesi dalam Allah terjadi dalam keberadaan murni tanpa kekurangan atau kelemahan.


Berarti prosesi yang dimaksud diatas hanya ada dua yaitu prosesi " firman" dan prosesi " kasih " tolong jelaskan

Tidak, sebenarnya ada tiga jenis prosesi dalam Allah menurut ajaran Katolik dan Ortodoks, yaitu:

Prosesi dari Bapa: Bapa dianggap sebagai sumber atau asal-usul dari putra dan roh kudus, sehingga ada prosesi dari Bapa ke dalam Putra dan Roh Kudus.

Prosesi dari Firman: Firman (Logos) atau Putra juga dianggap sebagai sumber dari Roh Kudus, sehingga ada prosesi dari Firman ke dalam Roh Kudus.

Prosesi dari Kasih: Roh Kudus dianggap sebagai ungkapan kasih dari Bapa dan Putra, sehingga ada prosesi dari kasih Bapa dan Putra ke dalam Roh Kudus.


Pertanyaan 36: Tentang Misi Anak Allah

Pertanyaan 36 dalam Summa Theologiae membahas tentang misi Anak Allah dalam dunia. Santo Thomas Aquinas memulai dengan menyatakan bahwa Anak Allah diutus oleh Bapa ke dalam dunia sebagai Penebus. Misi Anak Allah terdiri dari tiga tahap, yaitu inkarnasi, penebusan, dan kebangkitan.

Pertama, inkarnasi. Anak Allah menjadi manusia melalui inkarnasi, menjadi manusia sejati dalam diri Yesus Kristus, sehingga Dia memiliki dua sifat, yaitu ilahi dan manusia.

Kedua, penebusan. Anak Allah membebaskan manusia dari dosa dan menebus umat manusia dari dosa dan maut dengan menderita di kayu salib. Melalui kematian-Nya, dosa-dosa manusia dihapuskan dan hubungan manusia dengan Allah dipulihkan.

Ketiga, kebangkitan. Anak Allah bangkit dari antara orang mati, menunjukkan kuasa-Nya atas kematian dan memberikan harapan kehidupan kekal bagi orang percaya.

Pertanyaan 43: Tentang Misi Roh Kudus

Pertanyaan 43 dalam Summa Theologiae membahas tentang misi Roh Kudus dalam dunia. Santo Thomas Aquinas memulai dengan menyatakan bahwa Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Trinitas, bersama-sama dengan Bapa dan Putra. Misi Roh Kudus terdiri dari tiga tahap, yaitu pemberian, penyucian, dan penghiburan.

Pertama, pemberian. Roh Kudus diberikan kepada umat manusia sebagai anugerah untuk membantu mereka dalam menjalani kehidupan rohani. Roh Kudus juga membantu orang percaya untuk memahami kebenaran Allah dan mengalami kasih karunia-Nya.

Kedua, penyucian. Roh Kudus membantu umat manusia untuk bertumbuh dalam kesucian dan menjalani kehidupan yang menyenangkan Allah. Roh Kudus menyucikan hati dan membebaskan umat manusia dari dosa dan ketidakmurnian.

Ketiga, penghiburan. Roh Kudus memberikan penghiburan dan kekuatan bagi umat manusia dalam menghadapi cobaan dan kesulitan. Roh Kudus juga membawa kesatuan di antara umat manusia, mempersatukan mereka sebagai anggota tubuh Kristus.

Dalam kesimpulannya, baik Pertanyaan 36 maupun Pertanyaan 43 dalam Summa Theologiae membahas tentang misi Allah dalam dunia, masing-masing melalui inkarnasi, penebusan, dan kebangkitan untuk Anak Allah, serta pemberian, penyucian, dan penghiburan untuk Roh Kudus